mimbarumum.co.id – Warga desa bersama personel Babinsa Koramil 07/SosopanĀ melakukan penyisiran di hutan kawasan Desa Pagarinbira Jae, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padanglawas, Sumut untuk mencari keberadaan binatang buas harimau yang diduga sudah memakan sejumlah korban.
Korban sebelumnya seorang petani yang ditemukan tewas dengan kondis mengenaskan. Sementara korban terbaru adalah seorang pria bernama Faisal Hendri Hasibuan (48). Pria ini kondisinya kini dalam keadaan kritis dan saat ini sedang mendapatkan penanganan dari tim medis.
Akibat peristiwa konflik antara manusia dengan binatang buas itu, masyarakat jadi enggan beraktivitas dan takut untuk bepergian ke kebun.
Informasi yang dihimpun wartawan, seminggu terakhir ini masyarakat tidak berani lagi pergi ke kebun untuk mengurus kebun, lantaran merasa khawatir jika binatang buas yang menyerang dua warga tersebut diduga masih berkeliaran di dua desa.
Tentang enggandan was-wasnya warga dibenarkan Danramil 07/Sosopan, Kapten Inf Syafaruddin Hasibuan. Ia mengatakan, akibat kejadian tersebut, warga setempatĀ diselimuti rasa ketakutan dan cemas sehingga tidak berani untuk pergi ke kebun karet maupun sawit serta kebun kopi.
“Warga di dua desa ini masih trauma dengan kejadian kebuasan harimau yang mengamuk,” ungkap Syafaruddin kepada wartawan, Senin (27/5/2019) malam.
Kegiatan penyisiran yang dilakukan personel Babinsa dan warga setempat. kata Danramil itu, dimaksudkan untuk mencari tahu keberadaan binatang buas yang meresahkan warga sekaligus mengusirnya ke tengah hutan agar tidak mengganggu masyarakat yang sedang melakukan aktifitas di kebun.
Mmasyarakat bersama TNI dan kepolisianm kata Kapten Syafaruddin akan terus menggelar penyisiran hutan, baik itu pada malam hari maupun pada siang hari.
“Kegiatan ini untuk berjaga-jaga, khawatir amukan harimau terjadi lagi,ā katanya.
Menurut Danramil, harimau yang menyerang warga itu merupakan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). Hewan itu, merupakan satu dari enam sub-spesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat. Hewan itu juga termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah (critically endangered).
āSebelum kejadian itu, harimau tersebut diduga juga sudah sering keluar masuk perkampungan warga pada beberapa bulan terakhir ini, hal ini berdasarkan jejak kaki harimau itu dan pernah beberapa kali menyerang hewan ternak warga,ā jelas Danramil.
Sementara itu, hari ini tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama-sama dengan Babinsa Koramil 007 Sosopan, Polsek Sosopan, Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD) Sumatera Barat, Muspida Padang Lawas dan Camat/Kepala Desa akan berkoordinasi untuk sama-sama melakukan pencarian dengan membentuk 3 Tim dan melakukan patroli di 3 titik (Desa Siraisan, Desa Hutabargot, Desa Pagaran Bira Jae).
Tindakan selanjutnya masing-masing tim terdiri dari petugas KSDA, PRHSD, TNI,POLRI dan masyarakat dengan masing-masing tim dilengkapi senjata bius dan senjata tajam untuk keamanan.
Patroli dilaksanakan bersama-sama di 3 titik berbeda supaya lebih efektif. Tim 1 patroli ke wilayah Desa Hutabargot, Tim 2 patroli di wilayah Desa Pagaran Bira Jae dan Tim 3 patroli di wilayah Desa Siraisan.
Ketiga desa ini adalah lokasi kejadian dan lokasi ditemukannya jejak-jejak Harimau Sumatera.
Berkaitan dengan itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam melaksanakan aktivitas, terutama saat melakukan aktivitas di daerah perladangan maupun perkebunan.(zal)