mimbarumum.co.id – Wali Nanggroe Aceh, Tengku Malik Mahmud Al-Haytar, menegaskan jangan diusik dan rusak perdamaian Aceh yang sudah sepakat dirawat secara bersama.
“Selama ini perdamaian cukup baik dan terkoordinir, namun jangan lantaran sejumlah beberapa oknum perdamaian bisa rusak. Jangan diusik perdamaian Aceh,” kata Malik Mahmud. Penegasan itu disampaikannya pada saat sosialisasi Program Kelembagaan Wali Nanggroe di Bale Pendopo Bupati Gayo Lues, Selasa (30/3/2021).
Menurut dia, perjuangan rakyat Aceh perlu dilakukan dengan penguatan lembaga Wali Nanggroe. Karena lembaga ini mengatur adat istiadat Aceh yang juga mengawasi Pemerintah Aceh.
“Tugas saya mewujudkan perdamaian Aceh. Meskipun ada yang coba mengganggu perdamaian Aceh,” jelasnya.
Dia juga mengatakan dirinya juga sering dihujat oleh segelintir orang. Bahkan hujatan itu membuat hatinya sedih karena hujatan yang tak pantas ia terima. Namun dia tetap berupaya agar kedamaian di Aceh terjaga.
Selain itu, Wali Nanggroe juga menyinggung soal hutan Gayo Lues yang sangat kaya. Menurut dia, kondisi ini butuh pelestarian ekstra. Karena salah satunya kekayaan orang Aceh adalah hutan.
Begitu juga dengan pembukaan hutan. Dirinya setuju, namun ada batasannya yakni untuk kebun pribadi. Tapi sangat disayangkan jika dilakukan untuk perkebunan luas yang mengancam kelestarian alam.
“Dibandingkan dengan daerah lain, hutan Aceh masih luas dan masih terjaga alamnya,” sebut Malik Mahmud.
Editor : Siti Murni