Medan, mimbarumum.co.id – Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) ke depan memilih lebih fokus meningkatkan profesionalitas dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi agar dapat menyejajarkan diri dengan universitas kelas dunia.
“Hal tersebut agar Unpab mampu bersaing dalam era revolusi industri 4.0,” kata Rektor Unpab Dr Muhammad Isa Indrawan SE, MM pada acara wisuda ke-61 Unpab di Gedung Selecta, Jalan Listrik Medan, Sabtu (29/12/18).
Hadir dalam acara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-Dikti) Wilayah Sumatera Utara (Sumut) Prof Dian Armanto, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Sumut Dr Bahdin Nur Tanjung SE MM, Kopertais Wilayah IX, dekan, kepala prodi, pejabat daerah Sumut dan keluarga wisudawan.
Rektor menegaskan, revolusi industri 4.0 banyak versi yang mengartikannya. Salah satunya mengatakan sebagai proses kelanjutan perubahan tahap automatisasi pada Revolusi Industri 3.0 dalam kehidupan yang bertumpu kepada sistem jaringan internet.
“Untuk itu, mengahadapi era revolusi industri 4.0 ini, Unpab tidak akan berdiam diri. Unpab akan melakukan langkah-langkah melalui beberapa kebijakan yang berlandaskan pada Rencana Induk Pengembangan dan Rencana Strategis,” kata Isa Indrawan.
Di antaranya, sebut Isa, Unpab akan meningkatkan profesionalitas dosen. “Profesionalitas dosen itu merupakan salah satu tolok ukur dalam sistem penjaminan mutu akademik. Profesionalisme harus menjadi nilai kultural yang dimiliki dosen untuk selalu menampilkan karya terbaik,” jelasnya.
Langkah kedua, lanjutnya, Unpab akan meningkatkan profesionalitas Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan cara terus meningkatkan hasil-hasil pengajaran yang berorientasi pada hasil penelitian, penerbitan-penerbitan karya ilmiah yang dapat meningkatkan profesionalitas dosen serta menerapkannya di tengah masyarakat sebagai wujud pengabdian pada masyarakat.
“Langkah ketiga, Unpab akan meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan, untuk menuju kepada keprofesionalan tenaga kependidikan. Pembinaan profesionalisme tenaga kependidikan harus mencakup dua aspek yaitu, kemampuan teoritis dan praktis sesuai dengan tuntutan pekerjaan dan motivasi kerja,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Profesor H Kadirun Yahya, Hj Yasmin Siti Khadijah dalam sambutannya mengatakan, pendidikan tanpa keimanan akan membuat kehidupan menjadi kering dan gersang. Oleh karena itu, upaya
baik yang telah dilakukan Unpab dalam membangun nilai-nilai kepada seluruh civitas akademiknya adalah dengan menjadikan 7 nilai dasar yayasan sebagai budaya di seluruh aktivitas, baik akademik maupun non akademik.
Tujuh nilai dasar yayasan tersebut antara lain melaksanakan ketentuan syariah, bersyukur, bersuka cita dan tidak mengeluh, optimis dan tidak mengatakan “tidak mungkin”, “tidak bisa” dan “tidak mau”,
mengedepankan kerendehan hati, apa adanya, tidak “jaim” dan tidak meremehkan orang lain, berpikir positif, berprasangka baik dan tidak bergunjing, berempati dan memberikan solusi, bukan mencela atau mengkritik. (NSR)