mimbarumum.co.id – Tradisi saling mengunjungi dan bersilaturahmi lebaran antar masyarakat di desa ini, khususnya pada saat momentum lebaran seperti sekarang terkendala akses jalan rusak.
Kerusakan jalan yang menjadi akses bagi masyarakat Desa Portibi Jae, Kecamatan Portibi, Padang Lawas Utara, Provinsi suamtera Utara itu disebut-sebut sudah berlangsung sejak lama, namun belum ada perbaikan.
Ironisnya, kata Fadli salah satu warga di desa itu, Jum’at (7/6/19) pemerintah desa dan kecamatan tidak memberikan prioritas untuk perbaikan jalan yang kondisinya sangat parah itu. Bahkan masyarakat di daeah itu menyebut genangan air yang ada di ruas badan jalan tiu seperti kolam ikan.
“Sangat parah dan becek dengan lubang yang dalam. Tidak sesekali pengguna sepeda motor terjatuh ketika melintasi jalan menuju desa kami,” kata warga itu.
Pantauan mimbarumum.co.id, kerusakan jalan di desa tersebut tergolong cukup memprihatinkan. Hanya sedikit sekali permukaan jalan yang bisa dilalui pejalan kaki, selebihnya digenangi air sisa hujan yang mengguyur desa itu.
T Azhar Harahap, seorang tokoh masyarakat di daerah itu menyebutkan kerusakan jalan itu hampir merata. Kerusakan terlihat mulai dari jalan di kawasan Pusat Perkantoran Kecamatan Portibi hingga menguju Desa Portibi Jae, Desa Bara dan Desa Taksasa dengan perkiraan sepanjang 2 kilometer.
Selain kerusakan yang hampir merata, kondisi lubang-lubang berisi genangan air itu juga cukup dalam sehingga sudah tidak sedikit pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan.
“Jalan se Kecamatan Portibi mungkin ini yang paling jelek dan parah,” ucap Azhar Harahap.
Dia juga memandang perlu Bupati Padang Lawas Utara Andar Amin Harahap turun tangan mengatasi keluhan warga tersebut.
“Perlu rasanya Bupati memerintahkan dinas terkait, camat hingga kepala desa menyikapi keluhan masyarakat,” harapnya. (zal)