mimbarumum.co.id – Pada awal September 2022 lalu, marak tersiar pemberitaan adanya pengurus liar atau calo pengurusan paspor di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan, Jalan Gatot Subroto, KM 6,2 No 268A, Sei Sikambing C, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara.
Pemberitaan tersebut pun beredar karena adanya penemuan awak media terhadap seorang warga, berinisial AR (40), yang ingin mengurus paspor pada Rabu (7/9/2022).
Namun, AR mengaku tidak dapat mengurus paspor sendiri karena terkendala tidak bisa mendaftar online. Alhasil, AR pun ditemui oleh seorang laki-laki saat berada di samping kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan. Lelaki tersebut mengaku bisa membantu dalam pengurusan paspor dengan biaya dua juta rupiah.
Atas penemuan tersebut, dan sejak pemberitaan itu beredar, awak media meminta konfirmasi kepada Kepala Kantor Imigrasi (Kakanimsus), Johanes Fanny, namun hingga kini beliau belum berkomentar.
Awak media pun mendatangi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara, yang terletak di Jalan Putri Hijau No 4, Kesawan, Medan Barat, Sumatera Utara.
Humas Kanwil Menkumham Sumut, Bambang mengatakan, rekan media dipersilahkan datang langsung ke Kanimsus Medan.
“Sudah saya konfirmasi ke Kanimsus Medan, makanya beliau persilahkan datang ke Kanimsus,” ungkap Bambang.
“Jumpai Bapak Elfaiz, Kasubag Umum dan Kepegawaian, Kakanim ada giat, bang,” sambungnya.
Tapi, sangat disayangkan, perintah dari Humas Kanwil, tidak diindahkan oleh Kasubag Umum dan Kepegawaian, Elfaiz.
Beliau malah memerintahkan awak media ke bagian Infokom, Beny Setiawan.
Awak media pun mencoba menemui Benny Setiawan pada Rabu (19/10/2022).
Menurut Benny, apabila pemberitaan adanya pengurus liar atau calo tersebut benar ada di kawasan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan, maka dipersilahkan untuk diadukan.
“Tanggapan saya, ya kalau memang itu terbukti benar silahkan adukan ke layanan pengaduan dengan membawa bukti-bukti dengan keterangan yang benar, jika itu terjadi benar,” ujar Benny.
Benny pun tak banyak berkata-kata menanggapi hal tersebut.
“Kalau memang itu benar, nanti akan ada mekanisme tersendiri yang kita laksanakan,” pungkasnya mengakhiri pembicaraan dengan awak media.
Reporter : Rasyid Hasibuan