mimbarumum.co.id – Pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera II Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR RI, diminta bertanggungjawab penuh atas terjadinya banjir yang menyebabkan 2 unit rumah warga diterjang arus, di Tulas, Desa Siboro, Kecamatan Sianjurmulamula, Kabupaten Samosir.
Karena saat ini, proyek Pengendalian Daya Rusak Sungai Binanga Tulas berbiaya puluhan miliar di lokasi banjir masih dalam tahap pemeliharaan.
Anehnya, dalam pelaksanaan proyek itu, dua alur sungai dijadikan satu hingga menyebabkan kekuatan arus sungai semakin besar dan berpotensi meluap.
“Padahal selama ini tak pernah terjadi banjir di sana,” sebut Ketua LSM Pakar Kabupaten Samosir Boris Situmorang SH kepada mimbarumum.co.id, Sabtu (6/5/2023) di Pangururan.
Maka menurutnya, pihak BWS Sumatera II Dirjen SDA bertanggungjawab penuh atas musibah banjir yang mengorbankan masyarakat setempat. “Kalau dua alur sungai disatukan, tentunya perencanaan proyek harus lebih teliti,” sebutnya.
Pihak kontraktor sebagai pelaksana kegiatan, kata Boris, juga harus memiliki tanggungjawab kepada penderitaan warga setempat.
“Selain dua unit rumah diterjang banjir, ada dua unit mobil terbawa arus ke Danau Toba, yang paling miris, puluhan hektar persawahan terancam gagal panen,” tegas pegiat antikorupsi itu.
Ia menegaskan, secepatnya akan menyambangi Kantor BWS Sumatera II Dirjen SDA Kementerian PUPR di Medan, untuk klarifikasi terkait pertanggungjawaban atas musibah yang menimpa masyarakat Samosir itu.
Idealnya menurut Boris Situmorang, pihak BWS Sumatera II Dirjen SDA Kementerian PUPR sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada proyek Pengendalian Daya Rusak Sungai Binanga Tulas, memiliki perencanaan pembangunan yang profesional dan perhitungan tekhnis.
“Jika alur sungai dipadukan, apakah daya tahan terhadap kekuatan arus tak diperhitungkan, serta bagaimana di hilir sungai,” bebernya.
Pihak BWS Sumatera II juga dimintanya segera turun ke lokasi banjir, melihat kejadian yang sudah mengorbankan masyarakat setempat.
“Pihak BWS Sumatera II dan kontraktor pelaksana proyek harus respon, ini bencana alam yang sudah merugikan warga setempat,” kata Boris lagi.
Reporter: Robin Nainggolan