Tentang Kami

Sejarah

Mereka inilah penggagas penerbtan koran mimbar umum. Ada Abdul Wahab Siregar/ mohammad saleh umar  atau lebih dikenal dengan sebutan surapati/ yunus nasution/ udin siregar/ dan daud malik batubara.

Sejak 6 november 1945, dengan semangat membaja mereka mendedikasikan penerbitan mimbar umum semata untuk kepentingan kemerdekaan negeri ini yang baru saja diraih pada tanggal 17 agustus 1945.

Mereka tak mau indonesia jatuh kembali pada pangkuan para penjajah. Nyala api melalaui pers perjuangan mempertahankan kemerdekaan dari penjajah yang hendak menguasai kembali indonesia  itu memang sempat padam.

Namun arif lubis  tampil ke depan. Ia dibantu bustamam, dan syamsuddin manan pada tanggal 6 desember 1947, menerbitkan kembali koran mimbar umum.

Dalam perjalanan “membakar” rakyat  itu, lagi-lagi mimbar umum sempat terhenti langkahnya dalam penerbitan. Sikap represif penjajah. Sempat memaksa mimbar umum  berpindah pindah alamat hingga mengungsi ke kota tebing tinggi agar lepas dari kejaran aparat kompeni. Awak redaksinya pun harus bersembunyi.

Usai lepas dari incaran penjajah, ternyata mimbar umum juga masih mengalami ujian. Pada masa orde lama itu, mimbar umum juga mendapatkan perlakuan tidak simpatik dari partai komunis indonesia. Koran ini dianggap mengancam ideologi komunis yang mereka usung

Arif lubis tak mau mimbar umum berhenti atau mati dalam perjuangannya untuk membangun negeri. Ia pun menyerahkan mimbar umum ke tangan Hasbullah lubis, seorang pengusaha percetakan firma offset hasmar.

Sejak bulan November 1975 H. Hasbullah lubis memegang amanah yamh diberikan arif lubis agar tetap menjaga eksistensi mimbar umum.

Pada tahun 1983, h. Hasbullah lubis meninggal dunia. Pengelolaan koran mimbar umum jatuh pada hm. Fauzi lubis, anak pertama hasbullah lubis.

Pada masa kepemimpinan fauzi lubis, mimbar umum sempat menjalin kerjasama pengelolaan dengan surya paloh. Namun pada tahun 1998, kerjasama itu berakhir. Dan sejak saat itu, fauzi lubis menakhodai mimbar umum sepenuhnya.

Langkah, rezeki, pertemuan dan maut hanya milik allah swt. Pada tahun 2013, hm. Fauzi lubis meninggal dunia. Maka putra pertama fauzi lubis, yang tergolong masih muda itu m. Hasbi alfauz lubis mengendalikan tongkat komando.

Namun jauh sebelum mangkatnya, fauzi lubis memang seakan memberikan isyarat kepergiannya. Ia ketika itu kerap menyebutkan hasbi alfauz lubis sebagai pengganti kepemimpinannya.

Meski perjuangan melawan penjajah dan komunis sudah usai, namun mimbar umum  tetap konsisten untuk senantiasa menorehkan sejarah turut mengawal negeri ini menjadi indonesia yang religi , adil dan makmur.

Kini, mimbar umum telah meluaskan fungsinya dengan menerbitkan sebuat portal berita online dengan alamat situs www.mimbarumum.co.id. Harapannya, semakin banyak rakyat negeri ini yang dapat mengakses berita berita tepercaya dan aktual  dari mimbar umum.