mimbarumum.co.id – Anggota MPR-RI dari Fraksi Partai Gerindra, H.Romo Raden Muhammad Syafi’i melaksanakan sosialisasi 4 Pilar di daerah pemilihannya Sumatera Utara 1, Minggu (26/2/2023). Sosialisasi menghadirkan kalangan emak-emak Kota Medan tersebut mengambil tema nilai – nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Dalam siaran persnya diterima dari Rumah Aspirasi Romo Center, Senin (20/3/2023) menjelaskan, dalam sosialisasi itu Romo Syafi’i menjelaskan contoh-contoh nilai dasar Pancasila. Dijelaskan, kelima sila Pancasila tersebut dijabarkan dalam 36 butir amalan sebagai pedoman praktis pelaksanaan Pancasila. “Selengkapnya tentang Pancasila dapat dilihat dalam Ketetapan MPR Ekaprasetia Pancakarsa No. II/MPR/1978. Berikut ini contoh nilai dasar pancasila yang bisa dipahami dalam berbangsa dan bernegara,”katanya.
Dijelaskan, contoh nilai dasar Pancasila sila ke-1 “Ketuhanan Yang Maha Esa”, dimana bangsa Indonesia telah menyatakan iman dan pengabdiannya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, masyarakat Indonesia beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang maha esa menurut agama dan kepercayaannya, menurut prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab. Kemudian mengembangkan sikap hormat dan bekerjasama antara pemeluk Tuhan Yang Maha Esa yang satu dengan pemeluk agama lain.
Selanjutnya meningkatkan kerukunan antar umat beragama dan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, saling menghormati kebebasan beragama sesuai dengan agama dan kepercayaannya. “Serta jangan memaksakan agama atau kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain,”paparnya.
Sedangkan contoh nilai dasar Pancasila Sila ke-2 “ Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab” diantaranya, mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. mengakui semua kesetaraan manusia, persamaan hak, dan tanggung jawab manusia tanpa diskriminasi berdasarkan ras, asal usul, agama, kepercayaan, jenis kelamin, status sosial, warna kulit, dan sebagainya. Lalu, menumbuhkan cinta timbal balik untuk rekan-rekan kita, menumbuhkan sikap saling toleransi dan saling menghargai dan bersikap non-diskriminatif terhadap orang lain.
Selanjutnya contoh nilai dasar Pancasila Sila ke-3 “Persatuan Indonesia” yakni persatuan, kesatuan, dan kepentingan serta keamanan nasional dan nasional dapat diposisikan sebagai kepentingan bersama daripada kepentingan individu dan kelompok dan bersedia siap berkorban untuk kepentingan negara dan negara, bila diperlukan. Kemudian menumbuhkan cinta untuk bangsa dan negara, menumbuhkan rasa kebanggaan bangsa Indonesia dan kampung halaman dan memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Lebihlanjut contoh nilai dasar Pancasila sila ke-4 “Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Perwakilan” diantaranya yakni sebagai warga negara, semua orang Indonesia memiliki kedudukan, hak dan kewajiban yang sama sehingga tidak bisa memaksakan kehendak pada orang lain. Kemudian,
menghormati dan mendukung keputusan yang dibuat sebagai hasil musyawarah dan menerima dan melaksanakan hasil konsultasi dengan itikad baik dan tanggung jawab.
Terakhir, dijelaskan Romo Syafi’i, conto nilai sasar Pancasila sila ke-5 “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” diantaranya yakni melakukan perbuatan mulia yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong royong, bersikap adil terhadap orang lain, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban dan menghormati hak orang lain.
“Kemudian,jangan menggunakan kepemilikan perusahaan yang mengancam orang lain, jangan menggunakan hak milik untuk kemewahan atau gaya hidup mewah dan jangan menggunakan kepemilikan untuk merugikan atau merugikan kepentingan umum. Lalu, suka bekerja keras, suka menghargai karya orang lain yang berkontribusi pada kemajuan dan kemakmuran semua orang dan enikmati kegiatan untuk mencapai kemajuan yang adil dan keadilan sosial,”jelas Anggota Komisi III membidangi Hukum ini.
Ditegaskan, nilai-nilai inti Pancasila tersebut merupakan kajian ilmiah yang dilakukan dan diarahkan pada kegiatan sehari-hari yang dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila. “Semoga generasi penerus tumbuh sebagai pribadi yang berwatak dan berjiwa Pancasila dalam berbangsa dan bernegara. Tumbuhnya mereka yang menjiwai Pancasila mendorong tumbuhnya manusia yang sehat dan bermartabat sesuai budaya dan adat istiadat yang berkembang di Indonesia sebagai jiwa kerakyatan Indonesia,” tutup Romo Syafi’i.
Reporter : Jamaluddin