Skandal Ijazah Palsu di SMA Santo Mikhael Pangururan, Sudah Ditangani Kepolisian

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Dugaan ijazah palsu seorang tenaga pendidik di SMA Santo Mikhael Pangururan, yang saat ini mengemuka sudah ditangani pihak kepolisian.

Hal ini disebutkan Kepala Sekolah SMA Santo Mikhael, Togar Nainggolan kepada wartawan, Jumat (24/5/2024) ketika dikonfirmasi di kantornya, Jalan U.A. Sugiopranoto, Pangururan.

“Sudah ditangani Polres Samosir, ditanya saja ke pihak Kepolisian,” kata Togar.

Menurutnya, sampai sekarang belum ada terbukti ijazah dimaksud palsu atau tidak, karena masih Dugaan.

- Advertisement -

“Proses membuktikan itu salah atau tidak sudah ditangani Polres Samosir, jadi kita tunggu saja hasilnya,” imbuhnya lagi.

Ia menambahkan, pihak Polres Samosir sudah memanggil yang bersangkutan (DT guru yang diduga menggunakan ijazah palsu – red).

“Terkait kapan dilaporkan ke Polres Samosir saya kurang tahu, mungkin teman media bisa langsung koordinasi dengan Polres Samosir,” ucap Togar.

Ia menyebut, yang pasti sudah dipanggil, mungkin hanya sekedar klarifikasi atau bagaimana kita kurang tahu.

Pihak Polres Samosir melalui Kasat Reskrim AKP Natar Sibarani, ketika ditanya wartawan, terkait perkembangan proses penanganan dugaan ijazah palsu itu menyampaikan, belum ada sampai di mejanya.

“Belum ada sampai ke meja saya,” sebutnya singkat.

Skandal ijazah palsu yang sekarang menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat, berawal dari penelusuran Perkumpulan Lembaga Swadaya Forum Komunikasi – Gerakan Cinta Entitas Indonesia (PLSFK-GRACEINDO).

Menurut laporan dari PLSFK-GRACEINDO, oknum guru berinisial DT diduga menggunakan ijazah palsu untuk memperoleh posisi di SMAS Santo Mikael Pangururan.

Ketua Umum PLSFK-GRACEINDO, Sudirman Simarmata ketika menggelar konferensi pers mengungkapkan, kasus ini harus ditangani dengan serius oleh pihak berwajib.

“Kami menekankan kepada Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Pendidikan mengedepankan transparansi dan integritas dalam dunia pendidikan,” tegasnya.

Menurutnya, pihak sekolah maupun yayasan bungkam ketika skandal penggunaan ijazah palsu diklarifikasi. “Tidak bersedia memberikan keterangan resmi,” bebernya.

Dikatakan Sudirman, pihak yayasan harus segera mengambil langkah-langkah tepat untuk mengklarifikasi dan menangani kasus ini dengan transparan demi menjaga kepercayaan masyarakat.

“Kami akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan memberikan informasi lebih lanjut seiring dengan tersedianya pernyataan resmi dari pihak terkait,” tukasnya.

Reporter : Robin Nainggolan

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

InJourney Sukses Gelar Aquabike Jetski World Championship 2024, Bangkitkan Ekonomi Lokal dan Perkuat Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Dunia

mimbarumum.co.id – Event olahraga air berskala dunia, Aquabike Jetski World Championship yang berlangsung di Danau Toba selama 13-17 November...