Selain Kelola Judi Online, ASG Juga Penyalur Minyak Goreng Subsidi

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Pemilik judi online di PT Total Bangun Minyak Sawit dan distributor minyak goreng subsidi Minyakita yang diburu polisi berinisial ASG merupakan warga asli Lingkungan 4 Jalan Ladang, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor.

Hal itu seperti yang disampaikan Ilyas, Kepala Lingkungan 4 Jalan Ladang, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, pada Selasa (13/2023), saat ditemui awak media di Kantor Kelurahan Kedai Durian.

ASG yang kini tengah diburu polisi terkait jaringan perjudian online dan diduga sebagai anggota bos besar judi online Chek Yung, dikatakan Ilyas merupakan warga Lingkungan 4 Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor.

“Asen atau ASG itu sudah dari lajang tinggal di sini dengan keluarganya. Ya, dia di sini sudah lama, sekira seumur dia lah, empat pulahan tahun ada. Asli orang lama dia,” ucap Ilyas.

- Advertisement -

“Kalau mengenai pengeceran Minyakita itu memang iya, kebetulan di lingkungan saya lingkungan 4. Minyakita dijual kepada warga setempat,” lanjutnya.

Diterangkannya, mengenai keberadaan PT Total Bangun Minyak Sawit yang menjadi lokasi penggerebekan jaringan perjudian online, ia tidak mengetahui apakah milik ASG atau bukan.

“Tapi Kalau untuk di PT atau rumah yang digerebek itu saya gak tahu itu. Karena kan bukan di lingkungan saya. Setahu saya kepemilikan untuk yang pengecer minyakita itu pemiliknya Asen. Tapi kalau rumah yang di Lingkungan 2 Kelurahan Kedai Durian, saya baru tahu kejadian itu,” lanjutnya.

Sepengetahuan Ilyas, ASG telah menjadi distributor Minyakita kurang lebi selama satu tahun belakangan.

“Distributor Minyakita jtu lebih kurang setahun. PT itu lebih kurang segitu jugalah keberadaannya. Karena kan begitu direhab udah ada lah PT itu,” katanya.

Menurut Ilyas, ASG sendiri merupakan warga yang bermasyarakat di lingkungan sekitar.

“Karakternya untuk di sekitar Jalan Ladang ya ada lah bermasyarakat. Kebanyakan yang sesama mereka suku Tionghoa, dan anggota kerjanya,” ungkapnya.

Mengenai dugaan Warga Negara Asing (WNA) yang berhasil diamankan polisi, Ilyas juga kurang mengetahui WNA tersebut.

“Untuk WNA, saya tidak pernah nampak, kadang-kadang kami kan tidak mungkin terpantau terus. Apalagi seperti yang kemarin itukan, kayak penggrebekan itu yang ditangkap bukan suku Tionghoa sini lah, bukan cina biasa,” pungkas Ilyas.

Terpisah, Bayu, Kepling Lingkungan 2, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, juga menyempaikan hal yang diketahuinya seputar ASG atau lokasi penggerebekan yang berada di lingkungan 2 tersebut.

“Penggrebekan pada Jumat sore dilakukan oleh Polda Sumut, Lingkungan 2 Kedai Durian. Penggrebekan terindikasi lokasi judi. Penggrebekan dilakukan pada sekitar pukul 4 sore,” kata Bayu saat ditemui wartawan pada Selasa (13/6/2023).

Dijelaskannya, dalam penggrebekan tersebut 10 orang berhasil ditangkap, laki-laki sebanyak 7 orang dan perempuan 3 orang.

“Warga luar semua itu, bukan warga setempat. Pemilik rumah warga setempat. Kalau PT-nya berada di situ, saya kurang ngerti berapa lama. Setahu saya terakhir ngantar Surat Pembayaran PBB (SPPT PBB) bulan 4 awal,” papar Bayu.

“Saya lihat di situ ada pelangsiran barang untuk kue-kue atau roti kering gitu, paket lebaran gitu dari situ. Kalau PT Distributor Minyak kita itu saya kurang tahu,” lanjutnya.

Selain itu, menurut Bayu di lokasi tersebut tidak ada aktivitas lainnya.

“Cuma terakhir saya lihat itulah dia untuk pelangsiran paket kue lebaran itu,” imbuhnya.

Dijelaskannya, WNA yang diduga berhasil diamankan polisi itu juga tidak pernah melapor kepadanya.

“Seharusnya warga asing masuk pasti itukan melapor. Tapi orang itu laporan ke saya atau lurah tidak ada. Harapan saya untuk warga-warga yang masuk atau warga asing wajib lapor ataupun siapa yang bertanggung jawab wajib memberi tahu kepada kami. Itu harapan saya ke depan,” harapnya.

Reporter : Rasyid Hasibuan

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

LIPPSU Akan Bentuk Koperasi Mandiri untuk Bantu Korban TPPO

mimbarumum.co.id - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU) Azhari AM Sinik menegaskan, pihaknya siap membantu korban Tindak...