mimbarumum.co.id – Politeknik Negeri Medan (Polmed) menampung 2.100 mahasiswa baru untuk jalur SNMPTN, UTBK-SBMPTN dan MANDIRI. Yakni untuk program diploma D IV dan D III. Pendaftaran mahasiswa baru secara online.
Wadir I Bidang Akademik Dr Roslina M.I.T bersama Wadir IV Bidang Kerjasama Ing Heru Pranoto ST mengatakan, pengumuman SBMPTN hari ini, dengan daya tampung 40 persen. Atau sekitar 1.000 mahasiswa baru.
Jalur SBMPTN menggunakan portofolio sudah berlaku sejak tahun 2020 di masa pandemi Covid-19. Portofolio berisikan nilai rapor semester 1-5 di kelas 10- 12. Indikator penilaiannya dari nilai matapelajaran kimia dan fisika kelompok rekayasa bobot nilai 40 persen.
“Selain itu, penilaian kelompok umum Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, peringkat akreditasi sekolah asal dan prestasi non akademik. Kemudian sistem akan memvalidasi kelulusan calon peserta sesuai nilai akhir dan ranking,” jelasnya.
Jalur MANDIRI Buka 22 Juni
Selanjutnya jalur MANDIRI terbuka 22 Juni sampai 14 Juli dan pengumuman pada 19 Juli 2021. Untuk jalur ini tersedia kuota 40 persen. Dengan biaya uang kuliah berkisar Rp 4,8 juta sampai Rp 5 juta per mahasiswa.
Roslina menambahkan, Polmed tidak akan menaikkan uang kuliah di era pandemi ini. Lantaran banyaknya mahasiswa yang terdampak ekonomi akibat Covid-19. Akibat kesulitan ekonomi ini pengurangan uang kuliah hingga 50 persen.
Mendukung pembelajaran, Polmed melakukan kebijakan subsidi silang dari UKT jalur MANDIRI untuk membantu total 7.000 mahasiswa aktif.
“Kita berharap mahasiswa tetap semangat menjalankan kegiatan pembelajaran di tengah pandemi Covid-19. Sesuai aturan protokol kesehatan karena kehidupan terus berlanjut,” katanya.
Sementara Wadir IV Heru Pranoto menambahkan, Polmed siap melakukan kuliah tatap muka sesuai ketentuan Mendikbud serta peraturan Gubsu dengan menerapkan prokes.
“Semua dosen Polmed juga sudah divaksinasi Covid guna memutus mata rantai penyebaran dan penularan virus berbahaya itu,” tambahnya.
Diakuinya bahwa kuliah daring kurang efektif karena kehadiran absensi mahasiswa sangat menentukan selama perkuliahan. “Kami tak bisa memaksa mahasiswa kuliah daring karena berbagai alasan tidak terkoneksinya jaringan akses internet dari rumah,” jelasnya.
Namun untuk kuliah praktek seperti kerja bengkel, mahasiswa wajib datang langsung kuliah ke Polmed. Begitu pula dengan masa orientasi pembekalan jasmani mahasiswa baru di Rindam Siantar, pihaknya juga sudah siap mengadakannya, jika diizinkan orang tua meski tahun lalu batal digelar karena situasi Covid.
Menyinggung kerjasama dengan dunia usaha, Polmed saat ini masih tetap menjalin kemitraan dengan BUMN untuk magang mahasiswa. Program ini sangat membantu kompetensi dan keahlian mahasiswa dan menguntungkan kedua belah pihak.