Sanok Tale yang Tak Terlupa Dikala Ramadhan

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Makanan khas Mandailing Natal (Madina) saat berbuka puasa, ternyata tak Toge Panyabungan. Namun, ada satu lagi kuliner yang tidak banyak diketahui masyarakat luas, yakni Sanok Tale.

Sanok Tale (bahasa pesisir) atau Kolak Talas merupakan makanan khas masyarakat daerah di Pantai Barat, Kabupaten Mandailing Natal. Masyarakat di Kecamatan Tabuyung, Natal, Singkuang dan Batahan selalu menyajikan makanan itu saat bulan Ramadhan.

Menurut informasi, hampir setiap warga di daerah itu yang akan berbuka puasa selalu menyiapkan Sanok Tale sebagai pelengkap hidangan berbuka.

Proses pembuatan Kolak Talas tak terlalu sulit. Bahan-bahan yang dibutuhkan, antara lain gula merah, gula pasir, daun pandan dan santan secukupnya. Awalnya, buah talas tersebut dikupas, dipotong kecil dan direbus. Selanjutnya, talas itu dipanaskan ke dalam santan kelapa yang sudah disediakan.

- Advertisement -

“Gula merah dan pasir harus dicampur setelah talas dan santan dimasak setengah matang terlebih dahulu,” kata Malingkar Sari (32), salah seorang warga yang sedang mempersiapkan Kolak Talas untuk menu berbuka puasa keluarganya.

Sanok Tale ini, katanya akan semakin nikmat rasanya apabila dicampur dengan buah kolang kaling.

“Setiap bulan ramadhan, saya selalu menyediakan menu itu untuk berbuka puasa,” ujar ibu dua anak itu kepada mimbarumum.co.id.

Menurutnya, memasak hidangan Sinak tale itu sudah menjadi turun temurun masyarakat yang ada di desa. Anda penasaran bagaimana rasanya, silakan dicoba memasaknya sendiri. Pasalnya, menu makanan itu tidak banyak dijual pedagang. (zal)

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

LIPPSU Akan Bentuk Koperasi Mandiri untuk Bantu Korban TPPO

mimbarumum.co.id - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU) Azhari AM Sinik menegaskan, pihaknya siap membantu korban Tindak...