Sampah Plastik dan Limbah Pabrik Mengapung di Paluh Merbau

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Sampah plastik dan limbah pabrik mengapung di laut Paluh Merbau, Kecamatan Percut Seituan. Bahkan sampah bertumpuk hingga menimbulkan aroma tak sedap. Warga khawatir dapat menimbulkan penyakit di masyarakat.

“Bau Kali aromanya, sampah dari mana-mana semua bermuara kesini, segala macam limbah,” kata salah seorang warga, Sutar pada Selasa (24/3/2020).

Dikatakan Sutar, meski air laut paluh berbau ini tidak digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari, misalnya air minum, cuci atau mandi namun baunya tetap menjadi kekhawatiran warga sekitar.

Baca Juga : Ada Bau Busuk Sampah di Dekat Kantor Dinas Kebakaran Medan

- Advertisement -

Diduga limbah dan sampah itu datangnya dari limbah Pasar 8 Martubung (KIM) dan juga limbah rumah tangga dari Medan.

“Sudah bertahun, tidak perhatian pemerintah. sudah pernah lapor, bahkan banyak kalipun yang melapor, namun tidak ditanggapi,” katanya tegas.

Berdasarkan pantauan biota-biota di laut itu seperti Ikan-ikan, udang-udang mati akibat air sungai sangat kotor dan diindikasi mengandung zat-zat kimia.

“Kalau air pasang baunya tidak terlalu nyengat tapi kalau sudah surut airnya, baunya gak nanggung, semua jenis sampah la pulaknya disini,” ungkapnya

Dikatakannya warna air tak lagi jernih melainkan hitam dan keabu-abuan menandakan air laut ini sangat tercemar. Harapan, supaya pemerintah pro aktif membersihkan sampah-sampah tersebut.

Reporter : Mahbubah Lubis

Editor : Dody Ferdy

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

FKPPN Ungkap Lahan Seluas 3.385 Hektar Kebun Patumbak PTPN 2 Dikuasai Penggarap

mimbarumum.co.id – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Forum Komunikasi Purnakarya Perkebunan Nusantara (FKPPN) membeberkan dan mempertanyakan kepada Direksi PTPN 1...