“Target kita 2020 bisa turun dua sampai tiga persen angka kemiskinan kita,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sabang Faisal di Sabang, Senin.
Dia menyebutkan tahun lalu Pemerintah Kota Sabang berhasil menurunkan angka kemiskinan sebanyak 1,3 persen yang dinilai capaian yang bagus karena dapat menekan lebih satu persen angka kemiskinan dalam setahun.
“Karena menurunkan dua persen saja itu sangat berat. Dari 2018 ke 2019 kita berhasil turunkan 1,3 persen, itu progres sangat bagus,” katanya.
Sebelumnya Pemko Sabang juga ikut dalam rapat Tim Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TKP2K), dalam upaya membangun sinergisitas multipihak dalam percepatan penanggulangan kemiskinan Aceh.
Menurut Fasial, dalam arahan tersebut kabupaten/kota untuk lebih fokus pada program-program mengurangi kemiskinan di Aceh. Mengingat angkat kemiskinan Aceh tergolong tinggi yakni mencapai 15 persen.
Ia mengatakan, serapan anggaran yang tepat waktu juga sangat memberi kontribusi dalam upaya menekan kemiskinan, maka harus dimulai dengan realisasi anggaran setiap daerah pada awal tahun.
“Arahannya ke kita agar menindaklanjuti program yang fokus ke penurunan angka kemiskinan, kemudian daerah agar lebih kreatif,” katanya.
Pemko Sabang telah melahirkan program yang turut berdampak pada angka kemiskinan, yakni program Gerakan untuk Anak Sehat (Geunaseh). Program ini dinilai sangat berhubungan dengan kemiskinan anak.
“Karena anak-anak ini butuh kebutuhan dan pelayanan dasar, kalau orang tua tidak bisa menyediakan kebutuhan anak maka dianggap anak itu miskin,” katanya. (Ant)