Royco Berkolaborasi dengan BKKBN Atasi Stunting

Berita Terkait

mimbarumum.co.idPerusahaan besar Unilever Indonesia melalui Royco melakukan kolaborasi dalam pencegahan dan penanganan stunting.

Melalui orogram Royco Nutrimenu, mereka menargetkan 100 juta piring lezat bernutrisi akan tersaji di meja makan keluarga Indonesia melalui rangkaian kegiatan #KebaikanIsiPiringku.

“Melihat adanya masalah triple burden malnutrition yang masih dihadapi masyarakat Indonesia, Royco terus menggencarkan edukasi melalui program Royco Nutrimenu,” ucap Ari Astuti Head of Foods & Beverages PT Unilever Indonesia, Tbk.

Dia menambahkan,, setelah berhasil mengonversi 80 juta piring keluarga Indonesia menjadi lebih lezat bernutrisi pada 2021, tahun ini, kata Tutut sapaan akrab wanita itu, perusahaannya kembali memperkuat program #KebaikanIsiPiringku itu dengan berbagai aksi dan kolaborasi.

- Advertisement -

Program tersebut, katanya juga untuk mengatasi salah satu isu malnutrisi di negeri ini, yakni stunting.

Butuh Perhatian Bersama

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) mengatakan, permasalahan stunting semakin membutuhkan perhatian bersama.

Menurut Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2021 menunjukkan bahwa prevalensi stunting mencapai 24,4 persen.

“Selaku pelaksana percepatan penurunan stunting nasional yang ditunjuk oleh Presiden RI, kami berupaya mencapai target penurunan stunting menjadi 14% pada 2024,” ucapnya.

Pejabat itu menambahkan, mengingat kompleksitas di lapangan, intervensi program percepatan penurunan stunting membutuhkan gotong royong dari seluruh pihak, termasuk pihak pelaku industri pangan.

Bersama Unilever Indonesia, kata Dr. Hasto Wardoyo, pihaknyai berkolaborasi melakukan pendekatan edukatif pada keluarga yang memiliki risiko stunting.

Ia berharap, kualitas gizi masyarakat dapat meningkat dan akhirnya mampu mempercepat upaya penurunan stunting.

Tentang kesepakatan kolaborasi bertajuk “Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas” itu bertepatan dengan peringatan Hari Gizi Nasional tahun 2022.

Kian Mengkhawatirkan

Masa pandemi seperti sekarang ini, ternyata permasalahan stunting pun kian mengkhawatirkan.

“Sebanyak 45 persen rumah tangga dengan anak merasa kesulitan untuk memenuhi makanan bergizi cukup bagi anak-anak mereka,” kata pejabat itu.

UNICEF memprediksi jumlah anak stunting di Indonesia bahkan dapat meningkat hingga 31,8 persen, dan termasuk dalam kategori “very high” .

Kolaborasi BKKBN melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) dengan program Nutrimenu itu awal pelaksanaannya melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa/kelurahan.

“Nantinya, kader DAHSAT akan mendapat pembekalan inspirasi resep Nutrimenu dan edukasi mengenai pentingnya memasak serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang sesuai panduan “Isi Piringku”, ” paparnya.

Program tersebut juga akan menyasar ibu hamil dan menyusui.

Sangat Tepat

Terkait hal ini, dr. Diana F. Suganda, Sp.GK, M.Kes seorang Dokter Spesialis Gizi Klinik berpendapat, cakupan/target kolaborasi itu sangat tepat.

“Karena malnutrisi yang mengancam kualitas tumbuh kembang anak salah satunya disebabkan oleh masih tingginya prevelansi malnutrisi pada ibu hamil, ” ucapnya.

Lebih lanjut, Dr. Diana menjelaskan perihal masa emas pertumbuhan anak terhitung sejak 1.000 hari pertama, yaitu dari kandungan hingga berusia 2 tahun.

Untuk itu, katsnyt ibu hamil harus teredukasi untuk mencukupi asupan makronutrien maupun mikronutrien, seperti iodium.

“Apalagi, asupan iodium seringkali masih dikesampingkan karena kebutuhan per harinya sangat kecil. Padahal, lebih dari sekadar mencegah penyakit gondok, iodium berperan besar bagi tumbuh kembang anak, termasuk dalam mencegah stunting,” paparnya.

Dapat Dukungan
.
Fitri Tropica, ibu satu anak yang kini tengah mengandung menyampaikan antusiasmenya terkait adanya kolaborasi antara Unilever dengan BKKBN.

“Seneng banget bahwa dukungan Royco untuk keluarga yang sehat sekarang semakin komplit, ” ucapnya.

Dia bersama suami mengaku ingin menanamkan kebiasaan untuk mengonsumsi makanan bernutrisi pada anak sejak dini.

“Tapi seringkali agak kesulitan menemukan cara yang mudah dimengerti dan juga disukai oleh anak, ” katanya.

Fitri berharap Royco mampu menginspirasi lebih banyak keluarga Indonesia untuk terhindar dari stunting ataupun permasalahan malnutrisi lainnya.

Reporter : Ngatirin

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

RS Adam Malik Siagakan Pelayanan Kesehatan Selama Libur Lebaran 2025

mimbarumum.co.id – Rumah Sakit (RS) Adam Malik menyiagakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat selama libur dan cuti bersama Lebaran 2025...