Respon Ucapan Gubsu ‘Tidak Mau Diduakan’, Pengamat: Edy Tak Mau Dikhianati

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Kalimat yang disampaikan oleh Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi, dalam kegiatan pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), mendapat respon dari beerbagai kalangan. Kali ini tanggapan datang dari Widyabasa Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU), Agus Bambang Hermanto.

Bambang mengatakan, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata menduakan berarti ‘menjadikan atau menganggap dua’.

“Bentuk ini memiliki bentuk pasif, yaitu diduakan yang bermakna ‘dijadikan atau dianggap dua’. Dalam pemahaman umum, kata ini selalu dikaitkan dengan kesetiaan yang bermakna bahwa kata satu adalah setia, dua tidak setia,” katanya kepada Mimbar, Senin (9/1/2023).

Ahli bahasa yang sering dimintai keahliannya dalam sengketa bahasa di lembaga peradilan itu mencontohkan dengan analogi, yakni suami yang memiliki satu istri adalah suami yang setia, tetapi yang memiliki dua istri adalah suami yang tidak setia kepada pasangan yang pertama atau kesatu, yang bermakna telah berkhianat dari yang pertama.

- Advertisement -

“Sama halnya dengan kalimat yang disampaikan oleh Pak Edy. Kata ‘diduakan’ dalam kalimat ini bermakna bahwa Pak Edy tidak mau dikhianati. Gubernur Edy Rahmayadi ingin menjadi satu-satunya pemimpin dan menuntut loyalitas atau kesetiaan dari para anggotanya, dalam konteks ini adalah para pejabat yang baru dilantiknya,” sebut Agus.

Selain itu, katanya lagi, seperti yang gubernur sampaikan, yang bersangkutan juga menuntut agar jajaran birokrasi organisasi Pemerintah Provinsi Sumatra Utara tidak terlibat dalam politik praktis sehingga dapat fokus melaksanakan tugasnya dalam memajukan Sumatra Utara.

Hal hampir sama juga disampaikan budayawan dan akademisi dari Universitas Muslim Nusantara Al-washliyah, Shafwan Hadi Umry. Menurutnya, dari aspek struktur luar, pemakaian bahasa itu mengandung arti tidak mau dijadikan nomor dua. Kata “diduakan” mengandung morfem di-kan, sehingga menjadi dijadikan.

PENGAMAT
Dr. Safwan Hadi Umri

Ia mencontohkan kata lain dengan menggunakan konfiks di-kan dari kata dasar, yaitu dikuatkan, berarti dijadikan kuat, disatukan (dijadikan satu), diduakan (dijadikan dua).

Sedangkan dari aspek struktur dalam (struktur batin), kata diduakan bermakna menjadi nomor dua. “Tidak mau diduakan”, bermakna tidak mau duduk di posisi nomor dua.

“Ini berarti sama maknanya, tetap berposisi nomor satu. Wallahu alam bissawab,” tutur mantan Kepala Balai Bahasa Medan dan Ketua Umum Dewan Kesenian Sumatera Utara dua priode itu.

Pengamat
Suyadi SAN

Sementara, Peneliti bahasa dan sastra dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Suyadi SAN menyatakan, dalam situasi formal dan informal, sesuatu yang diucapkan pemimpin publik akan menjadi buah bibir bagi publik.

“Jangankan secara verbal, bahasa tubuh saja akan menjadi simbol perilaku dan pesan tersendiri bagi publik. Apalagi hal itu berada di ruang publik,” ujarnya.

Ia mengatakan, ada tiga figur yang menjadi benteng pemertahanan bahasa, yaitu pejabat, guru, dan pers.

“Bahasa apapun yang disampaikan tiga figur itu, maknanya akan diamini, ditiru, dan berpengaruh besar di kalangan komunikannya,” sebutnya.

Dalam kalimat “Gubernur Edy Rahmayadi Tidak Mau Diduakan”, tandas Suyadi, merupakan satu pesan tersirat dan tersuruk, bahwa Edy Rahmayadi merupakan sopir utama dalam memimpin perjalanan pembangunan di Sumatra Utara. Karena itu, para penumpang dalam rombongan kendaraan musti menyampaikan pesan atau kesan kepadanya langsung, supaya tidak terjadi kesalahpahaman.

“Kalimat yang disampaikan Pak Edy merupakan kode bahwa dalam duet kepemimpinan nasional ataupun lokal musti memiliki satu bahasa. Sebab, tanggung jawab tertinggi berada di pundak pemimpin yang pertama,” ucap mahasiswa S3 Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Medan menandaskan.

Reporter : Dzaim

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

LIPPSU Akan Bentuk Koperasi Mandiri untuk Bantu Korban TPPO

mimbarumum.co.id - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU) Azhari AM Sinik menegaskan, pihaknya siap membantu korban Tindak...