Refleksi Budaya di HUT ke 77 RI, Prof Robert Sibarani: Cintai Produk Dalam Negeri

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Tema besar Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tahun ini adalah ‘Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat’. Dan kebudayaan merupakan suatu kekuatan yang luar biasa, khususnya dalam pembangunan dan globalisasi saat ini.

Demikian diutarakan Sekretaris Forum Komunikasi Antar Lembaga Adat (Forkala) Kota Medan, Arwin Harahap dalam diskusi yang digelar di Kantor Forkala Medan, Jalan Beringin Raya Medan, Senin (15/8/2022), dengan pembicara Prof DR Robert Sibarani MS dan sebagai moderator Prof DR I Wayan Dirgayasa MA.

Menurut Arwin, Kota Medan sebagai miniaturnya Indonesia, menjadi fakta yang tidak dapat dielakkan dan bagian dari konskuensi yang
besar. Kota Medan saat ini didiami dari 24 etnis, baik etnis asli (tempatan) dari Sumatera Utara maupun pendatang dari Nusantara dan
manca negara.

“Keanekaragaman etnik dan budaya ini menjadi Kota Medan sebagai wadah, dimana masyarakatnya harus membangun saling pengertian dan kerjasama, agar tidak terjebak dalam nepotisme sempit antar kelompok yang hanya mengantar masyarakat menjadi statis, tertutup dan saling curiga. Harus dibangun jembatan emas kebersamaan di atas perbedaan yang ada di tengah masyarakat. Itulah tentunya yang kita harapkan dalam mengisi kemerdekaan ini,” urai Arwin.

- Advertisement -

Sementara, Ketua Umum Forkala Kota Medan, Datoq Adil Haberham menyatakan, HUT 77 RI tahun ini menjadi urgen sekaligus refleksi bagaimana budaya dan etnik yang ada di Kota Medan harus ditempatkan. Melayu Deli sebagai beranda budaya Kota Medan, bersama etnis lainnya, harus merumuskan ketahanan budaya yang memberikan manfaat besar bagi pembangunan, khususnya di Kota Medan.

“Tentunya ada peluang dan tantangan dalam mengimplementasikannya,” ujar Datoq Adil.

Dalam diskusi tersebut, Prof DR Robert Sibarani MS menekankan pada pentingnya mencintai produk dalam negeri.

“Dengan mencintai produk dalam negeri, sama artinya dengan mencintai budaya kita sendiri,” ucap Guru Besar Kebudayaan Universitas
Sumatera Utara ini.

Rakyat Indonesia harus paham, lanjutnya, aspek budaya menjadi faktor yang cukup penting dalam pembangunan bangsa ini. Tentunya tak
hanya terpaku pada tradisinya saya, melainkan juga harus didukung dengan kreatifitas.

“Ya, aspek tradisi dan kreatifitas harus berjalan beriring, sehingga budaya berperan penting dalam berbagai aspek,” ujar Prof Robert.

Seperti diketahui, Forkala Kota Medan berisikan tokoh-tokoh ada dari berbagai etnis di ibukota Sumatera utara ini, masing-masing:
Datoq Adil Haberham mewakili etnis Melayu, Pdt Sadakata Ginting (Karo), Lister Berutu (Pakpak), Syahrin Husin Lubis (Mandailing), Prof
Ahmad Laut Hasibuan (Padanglawas), Ir Indra Oloan Nainggolan MSi (Batak Toba), Drs Martinus Lase MAP (Nias), Dr Abdul Rajab Pasaribu MM (Sibolga), H Benny Soebardjo SH (Jawa), Dr dr Delyuzar(Minangkabau), Darsen Song (Tionghoa), H Marwan Bugis (Bugis), Iskandar (Banjar), Matha Riswan (Tamil), Ince Wea (Papua), H Rolly Piay (Minahasa), Awin Harahap (Angkola), Prof I Wayan Dirhayasa (Bali), Fitri Noya (Maluku), Prof Dr Hasyim Purba (Simalungun), Farid Bashel (Arab), H T Bustami Usman (Aceh), DR Irwansyah (Betawi), Jejen Kusmawan (Sunda) dan perwakilan dari Forum Komunikasi Umat Beragama.

Reporter : Jafar Sidik

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

Komunitas Indonesia Tionghoa Berikan Kursi Roda ke Warga Medan Johor Mengalami Sakit

mimbarumum.co.id - Komunitas Indonesia Tionghoa (KITA) berbagi kasih kepada warga Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan dengan...