mimbarumum.co.id – Dengan logo baru, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) diharapkan bisa merangkul milenial dan zilenial.
Kaum milenial dan zilenial jumlahnya 35 persen dari jumlah total penduduk Indonesia. Kepala BKKBN Sumut Temazaro mengatakan Sumut sebagai provinsi penyangga utama tentu menjadi salah satu pionir dalam perubahan ini, mewujudkan generasi berkualitas melalui perencanaan yang baik.
Baca Juga : BKKBN Sumut Pamerkan Produk Unggulan
Makna logo baru yang diluncurkan oleh BKKBN Pusat yakni tersusun dari beberapa komponen yang membentuk satu kesatuan harmonis yang saling mengisi dengan warna biru yang elegan yang melambangkan kestabilan BKKBN dalam menjadi partner perencanaan keluarga dan masyarakat.
Kemudian logo gram diadopsi dari lambang cinta yaitu hati yang merepresentasikan bahwa awal dari sebuah perencanaan
adalah dari kasih sayang keluarga dan keharmonisan keluarga yang didukung dengan lingkungan yang selalu mensupport.
Logo ini juga mengartikan bahwa BKKBN akan selalu berusaha untuk merangkul
memfasilitasi dan menjadi partner dalam setiap perencanaan yang dilakukan oleh keluarga dan masyarakat dari masa kanak-kanak sampai dewasa, kupu-kupu adalah lambang perencanaan dan proses.
Baca Juga : BKKBN Terus Benahi 865 Kampung KB di Sumatera Utara
Dan terakhir logo ini juga artinya pencapaian harus dilaksanakan tanpa batas begitu juga BKKBN tanpa lelah akan terus menjadi partner keluarga dan masyarakat.
Sementara itu, BKKBN dihadapkan dengan sebuah tantangan baru untuk lebih dekat dengan kaum millenial dan zillenial.
Dulu BKKBN pernah eksis dengan tagline “dua anak cukup” namun sebetulnya BKKBN tidak melulu tentang kontrasepsi tapi lebih kepada pembangunan perencanaan kehidupan dari kanak-kanak hingga dewasa sehingga dapat meningkatkan taraf hidup keluarga dan masyarakat.
“Untuk itu dengan adanya logo baru ini dengan citra lebih modern sehingga diharapkan dapat menjawab tantangan dari kaum millenial dan zilenial,” tutur Zega. (budi)