mimbarumum.co.id – Buang berlian untuk ambil emas mungkin ungkapan itulah yang cocok disematkan kepada terdakwa Dewi Purnama Sari (28) warga asal Tulung Mili Indah, Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung yang tega membunuh bayinya demi dapat bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Medan.
Hal ini terungkap pada persidangan beragendakan mendengarkan keterangan saksi di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (31/7/2019). Terdakwa yang berprofesi sebagai PRT di Perumahan Malibu Indah Raya Blok H, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia diadili karena membunuh bayi yang baru dilahirkannya.
Terungkap di persidangan, terdakwa Dewi tega membunuh bayinya karena takut dipecat oleh majikannya.
“Jadi, kau ini sebagai majikan rela tidak kalau dia (terdakwa Dewi) bekerja sambil hamil?” tanya Majelis Hakim Diketuai, Richard Silalahi kepada Linda, majikan terdakwa saat memberikan kesaksian di persidangan.
Linda menjawab bahwasan sudah menjadi peraturan di rumahnya setiap pekerja tidak boleh hamil karena akan mengganggu pekerjaan.
“Itu sudah menjadi peraturan kepada pembantu yang bekerja di rumah saya. Dan pembantu yang lain juga sudah mengiyakan. Kalau mereka hamil tidak boleh bekerja,” ujar wanita keturunan Tionghoa tersebut di Ruang Cakra VI.
Linda mengutarakan, ia dan pembantunya yang lain tak mengetahui kalau terdakwa Dewi sedang hamil. Ia tahu setelah ada polisi datang ke rumahnya.
Sementara itu, pembantu lainnya yang bekerja di rumah Linda yang turut memberikan kesaksian di persidangan, mengungkapkan pada saat kejadian Selasa, 19 Maret 2019 sekira pukul 04.30 WIB sempat mendengar ada teriakan sebanyak 2 kali dari kamar mandi.
“Selain mendengar teriakan itu. Saya juga ada melihat terdakwa Dewi membawa bungkusan plastik kresek. Saya tidak tahu apa isinya dan dibuang kemana plastik itu,” terang pembantu Linda yang lainnya.
Katanya, setelah terbongkarnya kasus ini, terdakwa Dewi sempat menceritakan kepada dirinya bahwa saat dilahirkan, bayi yang keluar dari rahimnya berjenis kelamin perempuan. Bayi itu merupakan hasil hubungan dengan suami keduanya.
“Saat itu katanya kondisi bayinya masih hidup. Lalu dicekiknya dan dibuangnya ke tong sampah,” ucap teman seprofesi terdakwa yang sama-sama bekerja di rumah Linda.
Usai mendengarkan keterangan saksi, Ketua Majelis Hakim, Richard Silalahi
menunda sidang hingga Senin mendatang.
Sekedar diketahui, mengutip dakwaan Jaksa Penuntut Umum Evi Yanti Panggabean menyebutkan, terbongkarnya kasus ini berawal dari penemuan mayat bayi perempuan di plastik kresek hitam oleh petugas kebersihan bernama Jasmanto Siagian.
Selanjutnya personel dari Polsek Medan Baru melakukan penyelidikan dan berhasil meringkus terdakwa Dewi saat dirawat di Rumah Sakit Materna, Medan.
Terdakwa Dewi mengaku nekat membunuh bayinya karena takut ketahuan dan dipecat oleh majikannya.
Akibat perbuatannya, terdakwa Dewi dijerat dengan Pasal 342 sub Pasal 341 KUHPidana. (jep)