Ponpes Assairun Khatam Quran Barbagi Ratusan Sembako Kepada Yatim Piatu dan Dhuafa

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Pondok Pesantren Tahfidz Assairun dan Rumah Yatim Piatu Dhuafa melaksanakan kegiatan Khataman Qur’an dan pembagian sembako kepada anak yatim piatu dan dhuafa pada Sabtu (30/4/2022).

Kegiatan tersebut berlangsung di lokasi Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz Assairun, Jalan Perjuangan Cempaka Nomor 60, Dusun 18 Garmunia, Desa Kebun Kleambir 5, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.

Aipda Irfansyah, Personil Bidang Hukum Polda Sumatera Utara, merupakan pendiri Pondok Pesantren Tahfidz Assairun tersebut. Kepada rekan media, Aipda Irfansyah berbagi kisah tentang pondok pesantren tersebut, Sabtu (30/4/2022).

“Mohon izin, untuk kegiatan ditanggal 30 April 2022 ini, jatuh di Ramadan ke 29, malam ganjil qiyamullail ini kita melaksanakan kegiatan ekstra, khataman Qur’an. Pada 1443 Hijriah ini Pondok Pesantren Tahfidz Assairun bisa menamatkan, khataman Qur’an sebanyak tujuh kali, kegiatan khataman Qur’an ini pun dihadiri oleh Ketua Zikir Sumatera Utara, KH. Amiruddin, MS,” katanya.

- Advertisement -

Ia menjelaskan selain itu, juga diadakan buka puasa bersama anak yatim dan dhuafa, kemudian tausiah yang disampaikan oleh KH Amiruddin, MS, salat berjamaah, dan khataman yang disertai doa-doa
khusus.

“Dilanjutkan yang terakhir dengan memberikan sembako kepada anak yatim piatu, dhuafa dan fakir miskin sebanyak seratus sembako. Jadi kita dahulukan yang yang mustaha, kepada santri, dan sisanya kepada masyarakat di sekitar Pondok Pesantren Tahfidz Assairun ini,” ujarnya.

Ia pun menceritakan awal mula berdirinya Pondok Pesantren Tahfidz Assairun dan Rumah Yatim Dhuafa ini.

“Alhamdulillah, Pondok Pesantren Tahfidz Assairun ini berdiri pada 11 Ramadan 1442 Hijriah atau tahun 2021. Yang mana berawal pada masa pandemi Covid-19, anak-anak banyak belajar melalui daring, saya beserta keluarga berinisiatif membuat pesantren gratis untuk umat muslim,” tuturnya.

Dijelaskannya, adapun kegiatan-kegiatan selama satu tahun di pesantren ini yang pertama adalah mudzakarah Islam, yang kedua Tahfidz, yang ketiga program bahasa Arab dan bahasa Inggris. Pondok pesantren ini turut dibantu oleh Pondok Pesantren Al Azhar Lil Mukhtarin dengan guru Ustadz H. Ahmad Sofa, LC.

“Berjalannya waktu kegiatan-kegiatan lainnya bertambah, insya allah kegiatan hidroponik sudah berjalan di Pondok Pesantren Assairun ini,” terangnya.

Ia menyebutkan jumlah santri saat ini sebanyak 64 orang, terdiri dari 40 orang santri laki-laki, dan 24 orang santri perempuan.

“Adapun santri yang paling jauh itu berasal dari Riau, kemudian dari Dairi dan Langkat, selebihnya santri lainnya berasal dari Klambir 5. Khusus untuk santri yang tinggal di Klambir 5, mereka dapat pulang hari, dengan masuk pukul 12.00 wib dan pulangnya pukul 17.00 wib, karena kegiatan mereka mengikuti kegiatan umum,” ucapnya.

Ia berharap ke depannya, pesantren ini dapat seperti kepolisian, melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat, dan juga harus tetap fastabiqul khoirot, berlomba-lomba berbuat kebaikan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut rekan-rekan media yang tergabung di Pewarta Polrestabes Medan.

“Di samping itu kita juga banyak dibantu oleh anggota Pewarta Polrestabes Medan, dan tidak lupa pula berkat dukungan Kepala Bidang Hukum Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Andre Setiawan beserta Ibu Sintia Andre Setiawan yang mendukung saya sepenuhnya untuk pondok pesantren yang gratis ini,” pungkasnya.

Reporter : Rasyid Hasibuan

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

Sambut Idul Fitri 1446 H, Pembina Grib Jaya Kota Medan Bagi-bagi Daging untuk Pengurus

mimbarumum.co.id - Menyambut Idul Fitri 1446 H, Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Kota Medan membagikan daging sapi kepada masyarakat...