mimbarumum.co.id – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan dan Satgas Covid-19 menetapkan dua orang sebagai tersangka terkait penggerebekan tempat hiburan malam KTV Bosque, Jalan H Adam Malik, Kota Medan pada Minggu (13/6/2021) dini hari.
“Kita (Polisi) telah menetapkan dua orang tersangka, yakni MRP dan BP yang berperan sebagai pengedar pil ekstasi di lokasi hiburan itu,” kata Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Medan, Kompol Oloan Siahaan, Rabu (16/6/2021).
Oloan menjelaskan, dari kedua tersangka berhasil diamankan narkotika jenis pil ekstasi sebanyak 285 butir dan uang tunai Rp 17 juta. Keduanya pernah menjadi karyawan di tempat KTV tersebut.
“Dari pengakuannya, mereka pernah jadi karyawan di situ. Namun, sejak 10 Juni lalu mereka sudah tidak bekerja di situ lagi. Tapi, sering berada di situ (KTV),” sebutnya.
Pihak kepolisian juga menduga tempat hiburan itu menjadi lokasi transaksi sekaligus penyalahgunaan barang haram itu. Dugaan itu terbukti setelah petugas mengamankan ratusan butir pil ekstasi, buku catatan penjualan dan uang hasil penjualan.
“Ya, kita bicara berdasarkan fakta ajalah. Barang bukti segitu banyak, ada buku catatan ada uang hasil penjualan. Apalagi, dari hasil pendalaman, petugas kembali mengamankan ratusan pil ekstasi yang diperoleh dari kedua tersangka di lantai IV gedung karaoke tersebut,” ujar Oloan.
Terkait Sekertaris Daerah (Sekda) Nias Utara, Yafeti Nazara (57) dan puluhan pengunjung yang diamankan saat razia itu, kata Oloan, belum ditetapkan sebagai tersangka, karena mereka masuk dalam kategori pengguna.
“Tidak ada keterlibatan dari mereka sebagai pengedar karena tidak ditemukan barang bukti saat dilakukan penggeledahan. Maka, para pengguna yang positif, dilakukan assessment di BNN untuk direkomendasikan menjalani rehabilitasi atau lanjut penyidikan. Karena dari 71 yang diamankan, 54 positif menggunakan narkoba,” ujarnya.
Berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 04 tahun 2010 sama SE Kabareskrim terkait penyalahgunaan di arahkan untuk pelaksanaan assesment di BNN.
“Mereka kategorinya penyalahguna. Rehabilitasi, tergantung nanti assesmentnya itu berbentuk rekomendasi apakah diproses lanjut penyidikan atau diarahkan untuk rehabilitasi medis maupun sosial,” terang Oloan.
Saat ini, untuk seluruh pengunjung dan karyawan masih dilakukan penahanan di Polrestabes Medan, guna menguatkan tahap penyidikan terkait kepemilikan ratusan pil ekstasi tersebut. Kejelasan status mereka akan diputuskan setelah menunggu hasil assessment oleh BNN.(*)
Reporter & Editor : Jafar Siddik