mimbarumum.co.id – Seorang petinggi di lingkungan PT. PLN Sumatera memberikan kuliah umum tentang kelistrikan dengan topik “Elektifying Lifestyle” kepada mahasiswa Universitas HKBP Nomensen (UHN) Medan.
“PT. PLN (persero) mulai menerapkan pola smart grid dalam rangka mendukung industri 4.0.,” papar Direktur Bisnis PT PLN Regional Sumatera, Wiluyo Kusdwiharto, saat memberikan kuliah umum di Aula Kampus UHN, Jalan Perintis kemerdekaan, Rabu (19/03/19).
Penerapan smart grid ini diantaranya digunakan untuk sistem pembangkit listrik yang otomatis dan berbasis internet.
Pemanfaatan teknologi ini salah satunya dimaksudkan untuk mendukung pencapaian target penyediaan 35.000 MW listrik pada tahun 2024.
Selain digitalisasi sistem pembangkit, terdapat pula inovasi two-ways meter. Meter listrik dua arah ini memungkinkan komunikasi dua arah yang memudahkan pengguna listrik pintar atau prabayar.
“Inovasi selanjutnya yang akan dikembangkan yaitu kendaraan listrik berbasis hybrid dan baterai, salah satunya becak listrik yang merupakan program kerja sama PLN dengan Universitas HKBP Nomensen,” ucapnya.
Artinya. kata Wiluyo, iInovasi yang mengkonversi becak motor berenergi fossil menjadi listrik ini dilakukan demi mendukung energi baru terbarukan yang sekarang sangat dicanangkan di seluruh dunia.
“Selain itu becak listrik ini juga dapat mendukung moda transportasi yang clean dan green di Sumatera Utara khususnya kota medan”, katanya.
Menurut Wiluyo, pengembangan becak listrik ini dilakukan karena kondisi saat ini dimana harga BBM semakin tinggi dan pasokannya juga semakin berkurang.
Ketersediaan moda transportasi yang ramah lingkungan itu, paparnya dapat dipastikan akan memberi dapak positif bagi lingkungan di Sumatera Utara khususnya di Kota Medan.
Dia juga menyebutkan energi listrik sebagai sumber energi terbarukan itu saat ini sedang didorong untuk dapat menggantikan peran energi fossil dalam mendukung pembangunan.
Pada bagian lain, Wiluyo menyebutkan tentang komitmen PLN bersama pemerintah untuk memenuhi target bauran energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025 atau sebesar 14.900 MW direncanakan adalah energi baru
terbarukan (EBT).
Sebelumnya Wakil Rektor 1 UHN Dr. Richard Napitupulu, ST., mengapresiasi dan menyambut baik inisiatif PLN dalam merencanakan konversi energi bahan bakar untuk betor ini. Apalagi UHN dipercayakan PLN dalam pengembangan teknologi ini.
“Terimakasih kepada PLN. Tim kami akan siap untuk menyelesaikan produksi becak motor listrik dan diproduksi banyak. Hal ini tentunya untuk mengurangi polusi agar lebih Go Green di wilayah Sumatera Utara khususnya Kota Medan,” katanya. (Ml)