Petani di Pasaman Menjerit, Semua Harga Hasil Tani Anjlok, Harga Pupuk Melambung Tinggi

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Akhir akhir ini semua masyarakat petani di Dua Koto Pasaman, Sumatera Barat menjerit. Pasalnya semua komoditi hasil pertanian mereka harganya anjlok,sementara harga pupuk melambung tinggi.

Hal itu dikatakan Sayan,(73) warga Silang IV,Kenagarian Persiapan Cubadak Barat, Dua Koto, Pasaman kepada wartawan Senin (15/8/2022).

Menurut Sayan semua komoditi hasil petani rakyat harganya anjlok drastis. Sementara harga pupuk dan peptisida melambung tinggi. Bila harga tersebut tidak juga bisa dinaikkan oleh pemerintah di akhawatirkan petani di Pasaman akan gulung tikar(bangkrut).

Suatu contoh kata Sayan, seperti harga gardam Munggu(buah pelaga kering) dulu harganya mencapai Rp 270 ribu/kg,sekarang tinggal Rp 55 ribu/kg, gardammunggu basah dulu harganya Rp 40 ribu/kg sekarang tinggal Rp 9500/kg,

- Advertisement -

Pinang tua kering dulu harganya Rp 25 ribu/kg,sekarang tinggal Rp 10 ribu/kg, pinang muda kering yang diracip dulu harganya Rp 75 ribu/kg, sekarang tinggal Rp 50 ribu/kg, Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dulu harganya sudah mencapai Rp 3 ribu/kg; sekarang hanya tinggal Rp 400 kg. kopi coklat dulu harganya Rp 30 ribu/kg; sekarang hanya Rp 20 ribu/kg. Minyak serai wangi dulu awalnya Rp 350 ribu/kg; sekarang tinggal 150 ribu/kg; cabe merah sebelum mencapai Rp 110 ribu/kg sekarang tinggal Rp 60 ribu/kg.

“Sedangkan harga pupuk dan peptisida melambung tinggi. Seperti pupuk NPK sekarang Rp 22 ribu/kg; dulu hanya Rp 12 ribu/kg, TSP, SS, KSL dan Urea Rp 17 ribu/kg; sebelumnya hanya Rp 10 ribu/kg,” kata Sayan.

Untuk itu para petani di Pasaman sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah agar harga hasil pertanian mereka dapat di stabilkan kembali sebagai mana harga yang sebelumnya. Mahalpun harga pupuk dan peptisida kalau harga hasil pertanian mahal juga maka dapat terimbangi.

“Ini harga pupuk mahal,sementara hasil tani murah,ya menjerit,” kata mereka.

Para petani juga menjelaskan bahwa melambungnya harga pupuk tersebut akibat langkanya pupuk subsidi dari pemerintah. Kadang bukan lagi langka,tetapi memang tidak ada,katanya.

“Untuk itu mereka sangat mengharapkan agar pemerintah dapat kembali mensuplay pupuk subsidi tersebut supaya petani bisa tertolong,” tandasnya.

 

Reporter : Eddi Gultom

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

Serahkan Santunan Jaminan Kematian Kepada Pegawai P3RI PTPN I Langsa, BPJS Ketenagakerjaan Himbau Perlindungan Jaminan Sosial di Wilayah Langsa

mimbarumum.co.id - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Langsa menyerahkan santunan Jaminan Kematian kepada ahli waris almarhum Juarto...