mimbarumum.co.id – Seratusan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Siti Banun di Kabupaten Labuhanbatu hikmat mengikuti acara Pesantren Ramadhan di Sekolah (Paradise) 1444 H/2023 M.
Kegiatan itu merupakan kerjasama antara SMK Swasta Siti Banun dengan komunitas kepemudaan Hijrah Friends (HF) Labuhanbatu.
“Syarat mati tidaklah harus tua. Karena faktanya banyak juga anak muda yang lebih dahulu meninggal dibandingkan orang yang lebih tua,” kata Aini Frida, M.Pd, Senin (27/3/23).
Kepala Sekolah SMK Swasta Siti Banun menyampaikan itu ketika memberikan motivasi kepada para siswa agar serius mengikuti agenda kerohanian itu.
Pada kesempatan tersebut, Guru itu menyebutkan materi yang nantinya disampaikan oleh para instruktur pesantren Ramadan seyogyanya bisa menjadi bekal bagi para pelajar dalam mengarungi kehidupan.
Lebih lanjut Aini Frida menjelaskan, pihaknya sengaja menggelar pesantren Ramadan itu dalam rangka turut menyemarakkan bulan suci Ramadhan.
Kegiatan yang digelar di aula sekolah yang berlokasi di Jalan kH.M Said Kelurahan Pardamean, Kecamatan Rantau Selatan, Labuhanbatu itu direncanakan berlangsung selama 4 (empat) hari.
Sementara itu Saiman Ar-rasyid selaku koordinator instruktur dari Hijah Friends Labuhanbatu menjelaskan, pihaknya secara khusus akan memberikan muatan materi tentang rasa bersyukur.
“Seputar mengajak kepada peserta untuk senantiasa bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan oleh-Nya,” ucapnya.
Selain itu, mereka juga akan mengajak para pelajar agar menjauhi maksiat dan pergaulan bebas.
Tujuan dari kegiatan itu, kata Saiman untuk mempersiapkan para pelajar agar menjadi pemimpin yang berkarakter Islami.
“Harapannya mereka menjadi agen perubahan masa depan, ” ucapnya.
Kehadiran Penulis Buku Genre
Kegiatan pesantren Ramadan itu juga mendatangkan seorang penulis buku bergenre remaja asal Labuhanbatu, Erka Karo-Karo.
Selain melakukan bedah buku berjudul Pemuda Hebat yang baru saja terbit, Erka juga didaulat untuk memberikan motivasi kepada para peserta untuk bisa berkreasi dalam bidang kepenulisan buku.
Lebih lanjut Saiman menjelaskan, selama pelaksanaan pesantren Ramadan para peserta diajak melakukan muhasabah.
“Sebagai wahana bagi para peserta untuk merenungkan kembali berbagai dosa yang telah dilakukan dan mengajak mereka untuk bertaubat dan tidak mengulangi kembali dosa yang lalu,” katanya.
Sumber : Rilis