Pernyataan Gubernur Edy Menuai Kritik

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Pernyataan Gubernur Edy Rahmayadi menuai kritik dari seorang akademisi. Edy menuding bahwa Kabupaten Tapteng banyak masyarakat miskin karena bupatinya tidak sayang sama masyarakatnya sendiri.

Pernyataan tersebut langsung dikecam dan minta gubernur jangan asal bicara. Staf Pengajar Ilmu Komunikasi Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), DR H Hasrat Effendi Samosir, MA menyayangkan terjadinya kembali pernyataan Gubsu yang cenderung memantik persoalan di masyarakat.

Baca Juga : Bantah Melaporkan GMKI, Gubsu ‘Ngeles’ Lagi

“Tidak selayaknya pak Edy sebagai selaku pemimpin daerah di provinsi ini asal bunyi atau ngomong. Seharusnya dia sebagai pemimpin mengayomi, bukan malah memantik persoalan baru yang bisa memancing emosi hingga membuat gaduh, dalam menyikapi dan menyampaikan suatu pesan ke publik,” kata Hasrat, Rabu (18/12/2019).

- Advertisement -

Hasrat juga mengaku bahwa pernyataan Gubsu mengkritisi soal Tapteng nyata-nyata menyinggung perasaan masyarakat Tapteng.

“Sebagai akademisi dan putera daerah Tapteng, saya sarankan Gubsu agar menarik ulang pernyataanya tersebut. Sebab pernyataannya tersebut sangat menyayat hati warga Tapteng sehingga dikhawatirkan memantik kemarahan masyarakat. Ini bukan soal menyangkut pribadi bupati tapi sudah menyinggung harkat dan maratabat masyarakat,” tegas penceramah kondang ini.

Dia mempertanyakan apa dasar dan data Gubsu menuding Tapteng sebagai daerah miskin disebabkan kepala daerahnya yang tidak menyayangi rakyatnya.

“Tidaklah bijak seorang pemimpin menyampaikan suatu pesan tanpa data yang akurat. Jangan jadikan ‘ketidaksukaan’ simpati gubsu dengan bupati,” katanya.

Hasrat menjelaskan, Kabupaten Tapteng beberapa tahun belakangan ini justeru mengalami perubahan signifikan di segala bidang, diantaranya infrastruktur jalan sudah sangat baik dari tahun-tahun sebelumnya.

“Dulu sering dikatakan orang bahwa Tapteng itu bukan wisata sejuta pesona tapi ‘wisata lobang’. Hal itu karena banyaknya lobang jalan di daerah tersebut. Tapi kini jalan disana sudah sangat baik sehingga Tapteng benar-benar menjadi wisata pesona,” paparnya.

Di bidang pelayanan pendidikan khususnya pendidikan tinggi, Tapteng saat ini banyak menghasilkan putera daerah yang duduk di bangku perkuliahan baik negeri maupun swasta di Sumut.

“Bupati saat ini telah memprogramkan beasiswa bagi putera daerah agar mengeyam pendidikan tinggi. Kalau sudah banyak putera daerahnya yang duduk di bangku perkuliahan, berarti daerah tersebut tidak tepat disebut sebagai daerah miskin,”katanya.

Lebih lanjutg Hasrat memaparkan sejumlah apreasiasi terhadap kepemimpinan Bakhtiar Sibarani menjadi Bupati Tapteng, kini menjadikan daerah tersebut terus mengalami perkembangan dan kemajuan.

“Seperti dari sektor pengelolaan zakat di pemerintahan saat ini kemungkinan terbaik dari daerah lainnya bahkan Pemprovsu. Sebab selama setahun kemarin saja bupatinya mampu mengumpulkan zakat dari pegawainya sebesar Rp4 miliar, sementara untuk tingkat Pemprovsu yang pegawainya lebih besar hanya sebesar Rp5 miliar,” katanya.

Terpisah, Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani juga merespons pernyataan Edy Rahmayadi yang menyebutnya tak sayang rakyat. Bakhtiar meminta Edy bicara sesuai data bukannya sentimen pribadi.

“Gubernur kalau bicara harus sesuai data, jangan karena sentimen terhadap saya,” kata Bakhtiar saat dihubungi.

Dia juga mempersilakan Edy membuat survei. Dia mengatakan survei itu bisa menunjukkan apa yang sudah dilakukan Edy sebagai Gubernur terhadap Sumut dan apa yang sudah dilakukan dirinya sebagai Bupati di Tapteng.

“Silakan buat survei, apa yang dilakukan gubernur untuk Sumatera Utara, dan apa yang saya lakukan untuk Tapanuli Tengah,” tuturnya. (mal)

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

Sertijab Kadisdiksu Alexander Sinulingga Disambut Antusias

mimbarumum.co.id - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Alexander Sinulingga S.STP, MSi yang baru dilantik oleh Gubernur Sumatera Utara...