mimbarumum.co.id – Perjalanan karir alumni Mimbar Umum Harun Al Rasyid menjadikan pengalamannya tersendiri selama bertugas menjadi wartawan.
Tentu sudah banyak menghasilkan sumber daya manusia yang berprestasi. Tidak hanya itu media ini juga telah berkontribusi besar dalam kelangsungan karir para pekerjanya.
Seperti yang dituturkan Harun Al-Rasyid kemarin. Dikatakannya ia merasa bersyukur dan berterima kasih dengan adanya Mimbar Umum. Ia masuk menjadi bahagian tim peliput pada saat Mimbar Umum masih bekerjasama dengan Media Indonesia.
Baca Juga : 74 Tahun Bertahan Semakin Dikenal Seluruh Kalangan
“Saya masuk saat Mimbar Umum bekerjasama dengan media Indonesia. Dulu payah masuk Mimbar ini, pakai testing ketat. Harus pandai menulis, saya waktu itu di Padang bertugas di Pemko, namun pernah kembali lagi kembali ke Medan. Di Mimbar Umum Medan, saya juga bertugas di PD Pasar, jadi liputan saya terkait harga kebutuhan pokok seperti cabai, bawang dan sembako,” ucapnya.
Kemudian ia pindah liputan ke Universitas Sumatera Utara , rumah sakit dan bandara. Di bandara dikisahkannya saat ia bertugas, maskapai Merpati membuka penerbangan baru ke Melbourne. Waktu itu ia diundnag untuk meliput acara itu.
Diperjalanan mesin pesawat mati, sudah berfikir tidak akan selamat namun karena pilotnya hebat akhirnya bisa mendarat di Cengkareng. Itu dikatakanya merupakan pengalaman menarik selama di Mimbar Umum.
Ia pun juga pernah bertugas di rumah sakit, ia menyatakan dulu rumah sakit merupakan pos buangan. Setiap hari bertemu mayat saja. Pernah juga di Biro Humas Pemprov Sumut. Sehingga ia bersyukur koran ini tetap ada dan bersyukur ada generasi Almarhum Fauzi Lubis melanjutkan Mimbar Umum.
“Saya bersyukur generasi Pak Fauzi bisa melanjutkan Mimbar Umum. Diakhir ia mengucapkan terimakasih karena pernah dibina di Mimbar Umum,” terang Harun yang kini mendapat gelar Doktor ini.
Hal yang sama juga dirasakan oleh wartawan termuda Mimbar Umum, Jefri Zebua. Dalam keterangannya, ia bergabung sudah 4 tahun. Ia yang genrasi kedua setelah almarhum ayahnya Lala Zebua, ia merasa sangat banyak kontribusi koran mimbar terhadap ia dan keluarganya.
“Empat tahun saya di mimbar tapi masih saya yang termuda juga. Disini saya merupakan generasi kedua bekerja di mimbar. Sebelumnya almarhum ayah saya Lala Zebua bekerja di sini. Berkat Mimbar Umum, dikeluarga kami sudah ada yang sarjana dan tahun depan ada yang mau sarjana lagi. Ini semua tidak terlepas dari kontribusi Mimbar Umum,” tutup Jefri. (ml)