Oleh : Ahmad Riyansyah, M. E
Dosen, Motivator, Trainer, Pendiri Rumah Bisnis Islam
Seribu Kawan Terlalu Sedikit Satu Lawan Terlalu Banyak
Mencari teman memang mudah apabila untuk teman suka, mencari teman tidak mudah apabila untuk teman duka. Begitulah penggalan lirik lagu sahabat karya Rhoma Irama yang millenial juga pernah mendengar. Mungkin memang benar adanya lirik tersebut, pertemanan menjadi penting dalam membangkitkan semangat tujuan. Mencapai tujuan besar sesuai yang diinginkan bersama dan sistematis melalui kesepakatan merupakan makna dari relasi dalam organisasi. Perlu menumbuhkan pandangan positif terhadap pentingnya kawan dibandingkan mencari-cari lawan agar tidak susah seperti lagu di atas.
Bung Karno pernah memberikan kalimat yaitu beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia. Demikian pentingnya bersatu dan memiliki relasi dalam membentuk kekuatan. Menurut Bung Karno dalam perumpamaannya tersebut kekuatan persatuan sampai-sampai semeru bisa dicabut dan dunia bisa bergoncang, sungguh luar biasa dahsyatnya.
Jika melihat ke panutan ummat islam rasulullah Muhammad Sholallahu’alaihi Wa Sallam beliau sangat mengandalkan status pertemanan yang kita kenal dengan relasi sahabat-sahabatnya atau khalifah ar-rasyidin. Padahal rasulullah mudah saja jika mau melakukan apapun sendirian, tapi mutiara hikmah yang bisa dipetik adalah kekompakan tim sahabat akan menjadi kekuatan kuat dalam kegiatan kita berhubungan antar sesama manusia atau bersosial apalagi dalam menghadapi musuh yang ada inilah yang dinamakan juga dengan persatuan atau organisasi.
Pada masa Rasulullah musuh-musuh itu yang mulai memerangi rasul dan pengikutnya contohnya perang badar, perang siffin dan peraing lainnya. Sekarang kita harus lebih peka terhadap musuh yang ada, musuh terbesar itu adalah diri sendiri. Perkataan dan komentar negatif jangan pernah masuk dalam fikiran sehingga akan menjadi ucapan negatif pula kepada orang di sekeliling, bahkan untuk diri sendiri. Selain itu musuh nyata millenial adalah yang merusak akhlak, hoax, zaman fitnah dan dalam hal ini harus mampu menahan diri dan membangkitkan ibadah-ibadah maupun usaha dalam perjuangan lagi kerja keras.
Kerja keras sangat dituntut tapi bukan hanya sekedar bekerja karena kerbau di sawah juga bekerja, perlu kreatifitas atau karya. Karya yang paling dibutuhkan bagi seorang wirausahawan ialah mampu menciptakan peluang-peluang produktifitas. Apabila produktifitas bisa dijalankan maka kita mendapatkan nilai satu poin, untuk pengusaha yang faham akan jaringan dan kerjasama maka dia tak puas dengan satu poin saja melainkan butuh banyak poin. Banyak poin bisa diraih dengan mengandalkan relasi-relasi di sekeliling kita yang mampu member energi positif bagi produktifitas usaha.
Contoh nyata hari ini penjual burger misalnya, jika hanya mengandalkan penjualan langsung dengan membuka gerai pribadi tentu hanya mendapat satu poin dalam melakukan penjualan burger yaitu produksi langsung ke konsumen. Berbeda dengan penjual burger yang mengandalkan relasi bisnis seperti memakai 2 aplikasi ojek online paling popular saat ini, aplikasi kirim-kirim, aplikasi belanja-belanja, aplikasi media sosial seperti instagram dan marketplace facebook. Relasi bisnis ini akan jauh mendapatkan banyak poin, baik dagangan berpeluang dikenal banyak pengguna smartphone alias iklan, pembeli yang lebih banyak jumlahnya, bahkan kemudahan antar jemput dagangan tersebut. Poin besar lain juga usaha anda akan banyak reseller atau kerjasama lainnya dan dalam hal ini terciptalah lapangan usaha baru.[]