mimbarumum.co.id – Kasus korupsi pengadaan Sistem Informasi Kependudukan (SIMADU) yang ditangani pihak Kejaksaan Negeri Samosir sudah tahap penyidikan.
“Belum ada penetapan tersangka dalam kasus pengadaan peralatan jaringan dan pelatihan sistem informasi kependudukan ini,” jelas Kajari Samosir melalui Kasi Intel, Aben Situmorang, kepada wartawan, Jumat (4/12/2020) di Pangururan.
Ia menjelaskan dugaan korupsi pada 127 desa se-Kabupaten Samosir itu, sedang tahap penghitungan kerugian negara. “Sudah kita sampaikan penghitungan kerugian negara ke BPKP Sumut,” imbuhnya.
Lebih rinci dibeberkannya, pelaksanaan SIMADU menggunakan anggaran desa pada Tahun Anggaran 2016 dengan sumber dana Dana Desa (DD), sebesar Rp 15 juta per desa.
Baca Juga : Peran Penting Pers Atasi Pandemi Covid-19
Aben mengatakan, 2 orang yang diduga sebagai rekanan pengadaan barang dan jasa sudah dilakukan pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi SIMADU. “Banyak kejanggalan dalam kasus ini,” kata dia lagi.
Menurutnya, informasi di kalangan masyarakat harus diluruskan. “Kita tegaskan belum ada penetapan tersangka, karena permohonan menghitung kerugian negara, belum dibalas BPKP,” tandasnya lagi.
Untuk diketahui, pengadaan SIMADU pada 127 desa se-Kabupaten Samosir Tahun 2016, sumber dana belanjanya berasal dari APBDes sebesar Rp. 15 juta diproyeksikan untuk pengadaan laptop Rp 6,5 juta, pengadaan printer Rp. 750 ribu, pengadaan modem Rp 200 ribu dan pengadaan aplikasi sistem informasi kependudukan Rp. 7. 750. 000 ribu serta jasa pelatihan dan pendampingan selama satu tahun.
Setelah pelaksanaan kegiatan yang diduga melibatkan berbagai pihak itu, pada realisasi belanja terindikasi ada mark up harga, termasuk ada item yang diduga tidak dikerjakan, seperti pelatihan dan pendampingan selama 1 tahun.
Selanjutnya, kasus ini menjadi temuan Inspektorat Samosir, anehnya pengembalian selisih belanja SIMADU, justru Kepala Desa yang dikorbankan. Padahal para kades membayarkan penuh sebesar Rp. 15 juta, hingga sekarang kasus ini terkesan ditutup-tutupi.
Kalangan masyarakat mendukung penuh Kejari Samosir, agar kasus SIMADU diungkap secara profesional dan terang benderang. Sehingga tak ada lagi uang rakyat yang selalu dipermainkan oknum oknum tak bertanggungjawab.
Reporter : Robin NainggolanÂ
Editor : Dody FerdyÂ