Penyadap Nira Tersambar Petir

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Seorang paragat atau penyadap nira tewas dengan kondisi tangan menghitam dan kepala mengalami luka robek. Diduga, warga Desa Tarutung Baru Kecamatan Padangsidempuan Tenggara,Kota Padangsidempuan itu tersambar petir saat memanjat pohon kelapa.

“Berdasarkan hasil dari pemeriksaan terhadap jenazah korban, bagian tangan korban menghitam, bagian kepala korban terdapat luka robek,” kata Kapolres Padangsidempuan AKBP Hilman Wijaya melalui Kasatreskrim Polres Padangsidimpuan AKP Abdi Abdullah, baru-baru ini.

Dia menyebutkan, sejumlah saksi mengetahui saat itu Ariston Ahmad Lumban Tobing (15) sedang memanjat pohon kelapa yang ada di areal persawahan. Tetiba terdengar suara petir dan terlihat menyambar pohon kelapa yang di atasnya ada korban yang sedang melakukan pekerjaan rutinnya menyadap nira.

Seketika itu, kata Kasat mengulang keterangan saksi, korban terjatuh ke tanah. Warga yang mengetahui kejadian itu sempat memberikan pertolongan dengan cara mengusap tubuh korban dengan tanah lumpur yang ada di sekitar. Namun upaya itu tidak berhasil, korban akhirnya meningga dunia.

- Advertisement -

Petugas sudah melakukan pengecekan di tempat kejadian, mengumpulkan barang bukti dan mengambil sidik jari dan identitas korban. (zal)

Artikulli paraprak
Artikulli tjetër

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

Temui Anggota DPRD Deliserdang, FKPPN Sumut Desak Sub Holding Supportingco Bayar Uang Beras dan Jubelium Pensiunan

mimbarumum.co.id - Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Komunikasi Purnakarya Perkebunan Nusantara (FKPPN) Sumatera Utara, yang memiliki legalitas hukum...