mimbarumum.co.id – Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara Seksi Kurikulum dan Kesiswaan melaksanakan sosialisasi dan penguatan kurikulum merdeka untuk Raudhatul Athfal (RA) yang telah ditetapkan sebagai Pilothing Project penyelenggara kurikulum merdeka.
Kegiatan dibuka Kepala Bagian Tata Usaha H. Ahmad Qosbi, S.Ag, MMÂ di Aula Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara, Jumat (29/7/2022) diikuti 14 RA selaku penyelenggara kurikulum merdeka terdiri unsur kepala, guru dan operator RA pesertanya berjumlah 42 orang.
Turut hadir Ketua kelompok guru Raudhatul Athfal Sumatera Utara yang sekaligus menjadi narasumber, Yayuk Rahmawati,M.Pd, Ketua Kelompok Kepala Raudhatul Athfal Sumatera Utara Drs Supriadi dan perwakilan Pokjawas Sumatera Utara serta Ikatan Guru RA Sumatera Utara.
Penanggung jawab fungsi Seksi Kurikulum dan Kesiswaan selaku penyelenggara acara sosialisasi kurikulum Raudhatul Athfal H. Syawaluddin Matondang.SE.MM menjelaskan, sosialisasi kurikulum merdeka ini didasari oleh adanya Keputusan Menteri Agama nomor 347 Tahun 2022 tentang pedoman implementasi kurikulum merdeka pada madrasah.
Selanjutnya SK Dirjen pendidikan Islam No. 3811 Tahun 2022 tentang Madrasah pelaksana Kurikulum Merdeka tahun pelajaran 2022-2023 serta kebutuhan terhadap informasi yang tentang kurikulum merdeka secara holistik khususnya bagi RA pelaksana kurikulum merdeka.
Syawaluddin menjelaskan, jumlah RA yang dipilih menjadi pilot project penerapan kurikulum merdeka untuk Sumatera Utara sebanyak 14 RA, Madrasah ibtidaiyah sebagai pilothing project sebanyak 50 madrasah dan Madrasah Tsanawiyah sebanyak 32 madrasah serta Madrasah Aliyah sebanyak 35 madrasah.
Penguatan sosialisasi kurikulum merdeka khusus bagi roudhatul Athfal ini dirancang secara tersendiri disebabkan adanya perbedaan struktur kurikulum strategi teknik metode dan model pembelajaran serta evaluasi pada jenjang RA.
Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenagsu Ahmad Qosbi menegaskan bahwa hendaklah guru belajar dari pengalaman khususnya dalam mendidik anak usia dini dan mengembangkan teori-teori yang dapat dijadikan inspirasi dalam mengembangkan pembelajaran khususnya di RA.
Diakuinya, tugas dan tanggung jawab guru di Raudhatul Athfal sangatlah berat disebabkan mendidik anak yang masih perlu pengawasan dan bimbingan.
Selanjutnya disampaikan agar para guru RA ikhlas dalam mengajarkan membimbing anak-anak peserta didik yang pada akhirnya keikhlasan tersebut akan mendatangkan etos kerja dan profesionalisme yang berdampak pada pendapatan.
Reporter : M Nasir