Penjual Lemang Kebanjiran Orderan

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Selain lontong, lemang juga makanan tradisi saat lebaran. Maka rak heran penjual lemang menjelang lebaran kebanjiran pesanan.

Seperti yang dialami Nazaruddin (53) warga Jalan Beringin Pasar 7 Tembung Kecamatan Percut Seituan. Sepekan menjelang lebaran ia sudah dipenuhi orderan. Selasa (4/6/2019) tadi ia sedang menyelesaikan pesanan lemang sebanyak 800 batang. Jumlah yang fantastis.

“Orderan sudah sepekan, para pemesan berdatangan dari berbagai daerah dan juga para tetangga saat ini saya akan menyeleselaikan pesanan sebanyak 200 kg pulut kira-kira 800 batang,” ungkapnya sambil menambah kayu yang menjadi bahan bakar dalam memasak lemang ni.

Nazaruddin sudah menjalani usaha lemangnya ini sejak 8 tahun lalu. Dan ia merupakan generasi pertama dari orangtuanya yang terlebih dahulu merintis usaha ini.

- Advertisement -

“Sebenarnya dulu ayah saya merintis usaha ini bukan untuk usaha tapi membuat lemang untuk dikonsumsi sendiri tapi karena enak banyak yang pesan. Saya pun di usia yang tidak muda lagi ini sulit mendapatkan pekerjaan saya inisiatif membuka usaha lemang ini,” jelasnya.

Usaha lemang ini bukan hanya ada dibulan Ramadhan atau menjelang lebaran tetapi lemang bercitarasa lemak nan gurih itu juga dapat ditemui setiap hari. Namun untuk produksinya tidak sebanyak saat menjelang lebaran.

Keistimewaan lemang buatan Nazarudin dengan brand atau dikenal lemang Medan Aji Kahlum ini memiliki perbedaan dengan lemang lainnya. Terletak pada proses pemasakan. Lemang miliknya ini dimasak dengan cara dibakar menggunakan kayu. Sedangkan kebanyakan lemang pada umumnya proses masaknya dipanggang.

“Kalau dibakar lebih tanak lemangnya, prosesnya sampai 5 jam di bakar sampai berminyak dan benar-benar masak pulutnya di dalam bambunya,” kata dia.

Untuk wadahnya yang menggunakan bambu ini juga diakuinya menggunakan bambu pilihan. Ia harus mendatangkan dari berbagai daerah seperti Bangun Purba, Silindak, dan Telun Kenas.

“Sebenarnya kalau diikuti permintaan pemesan bisa mencapai 400 sampai 500 kg pulut, tapi karena tenaga tidak mampu maka kami terima pesanan semampu kami saja,” ungkapnya yang juga mengaku pada siang itu saat dijumpai sudah memasak lemang sebanyak 3 trip.

Nazaruddin yang dibantu istri dan anaknya ini membuat lemang terbuat dari pulut asli, dan santan asli. Bambu yang sudah dibersihkan kemudian dilapisi daun pisang muda lalu diisi dengan pulut dan santan dengan takaran yang seimbang. Sehingga saat dibakar aroma lemang langsung menggugah selera. Tak jarang pula pengguna jalan yang melintas berhenti untuk membeli meski sebatang atau dua batang lemang. (Ml)

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

LIPPSU Akan Bentuk Koperasi Mandiri untuk Bantu Korban TPPO

mimbarumum.co.id - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU) Azhari AM Sinik menegaskan, pihaknya siap membantu korban Tindak...