mimbarumum.co.id – Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara (MUI Sumut) menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan bagi para muslim muda dalam bidang pembuatan dan pemanfaatan pupuk organik berbasis bioteknologi Yanisys di Aula MUI Sumut pada Jumat (9/6/2023).
Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan semangat kewirausahaan generasi muda muslim dalam mengelola usaha secara profesional dengan keterampilan khusus dalam pembuatan pupuk organik.
Dalam kata sambutannya, Putrama Alkhairi, Sekretaris Bidang sekaligus Ketua Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) MUI Sumut, mengungkapkan pentingnya sektor pangan sebagai salah satu kekuatan dalam membangkitkan ekonomi umat. “Fokus kami pada sektor pertanian adalah untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan teknologi pertanian. Jika kita berkaca pada negara Thailand, sebuah negara yang ukurannya lebih kecil daripada Indonesia, dan telah berhasil menjadi produsen pangan terkemuka di dunia, seharusnya Indonesia juga memiliki potensi yang sama.” ujar Putrama Alkhairi.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa produk-produk yang dihasilkan harus mendukung prinsip ramah lingkungan serta berbasis syariah. Menurutnya, langkah ini perlu diambil agar umat Muslim dapat terlibat dalam dunia industri melalui berbagai cara.
“Hal yang harus kita akui adalah masih terdapat kesenjangan antara teori dan implikasi. Petani kita terlalu nyaman dengan metode-metode tradisional dan tidak menerima adanya pembaruan yang sebenarnya dapat membawa kemajuan,” lanjut Putrama Alkhairi.
Pelatihan ini dibuka oleh Ketua Umum MUI Sumut Dr. H. Maratua Simanjuntak, menekankan pentingnya menjaga kehalalan hasil perdagangan melalui akad yang sah, seperti yang diungkapkan dalam ayat Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 29.“Jangan pandang sebelah mata akad itu, karena akad menjadi penjamin bagi kehalalan dari hasil perdagangan,” kata Dr. Maratua Simanjuntak.
Selain itu, Dr. Maratua Simanjuntak juga menyampaikan ikhtiar MUI Sumut dalam pengembangan ekonomi yang telah dilakukan oleh MUI Sumut. “Salah satunya adalah MUI Sumut memiliki Komisi Pengembangan Ekonomi Umat, yang kemudian ada PINBAS sebagai lembaganya, dan khusus di Sumatera Utara PINBAS membentuk Koperasi Produsen Syariah Amanah Ulama (KPSAU), sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan umat.” ungkap Dr. Maratua.
Lebih lanjut, tambah Dr. Maratua, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan umat Islam di Indonesia, penting untuk memperhatikan faktor-faktor yang dapat berkontribusi pada peningkatan ekonomi. Hal ini termasuk pemanfaatan sumber daya alam, sumber daya tenaga kerja, dan modal sebagai pilar utama dalam membangun fondasi ekonomi yang kuat. Namun, Dr. Maratua Simanjuntak mengingatkan bahwa jika umat Islam di Indonesia tidak mampu memenuhi ketiga hal tersebut, akan sulit bagi kita untuk hidup sejahtera secara keseluruhan. Oleh karena itu, diperlukan keterampilan-keterampilan yang mampu menjawab tuntutan zaman.
Dalam menghadapi tantangan global dan persaingan yang semakin ketat, keterampilan yang relevan dan kompetitif menjadi kunci dalam memperoleh peluang ekonomi yang lebih baik. Melalui peningkatan keterampilan, umat Islam di Indonesia dapat menjadi pelaku ekonomi yang handal dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam memajukan perekonomian negara.
Sebagai bagian dari acara ini, dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Koperasi Syariah Amanah Ulama MUI Sumut dengan pemilik teknologi Yanisys™, Dr. ir. Mohammad Yani. MoU tersebut bertujuan untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan dan pemanfaatan pupuk organik berbasis bioteknologi Yanisys™ di Sumatera Utara.
Dengan adanya pelatihan ini dan kerja sama antara MUI Sumut dan Yanisys™, diharapkan semakin banyak generasi muda Muslim yang terinspirasi dan terampil dalam mengelola usaha dengan profesionalisme, serta berkontribusi positif dalam memajukan sektor pertanian dan ekonomi umat di Sumatera Utara.
Reporter : Jamaluddin