mimbarumum.co.id – Ratusan massa pelajar, mahasiswa dan masyarakat menamakan Aliansi Mahasiswa Pelajar Masyarakat Sumatera Utara (AMPM-Sumut) berunjukrasa ke gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Jumat (7/2/2020).
Dalam aksinya mereka memprotes dan mengecam pernyataan anggota DPR RI dari Masinton Pasaribu.
Pantauan mimbarumum.co.id massa AMPM-Sumut membawa poster berukuran besar bergambar Masinton Pasaribu, yang disampingnya ada seorang wanita, yang terlihat sedang menangis dan mata lebam.
Baca Juga : IPM Minta Masinton Jangan Provokatif
Aksi mereka diterima Wakil Ketua DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani dan Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sumut, Tuahman Purba.
Dalam pernyataan sikapnya, mereka membagikannya ke masyarakat dan pengendara yang melintas.
AMPM Sumut mendesak Kapolda Sumut untuk menangkap dan memeriksa Masinton Pasaribu yang dinilai arogan, tendesius dan tidak berdasar. Sebab diduga menyampaikan fitnah terkait berita penculikan di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Apalagi Masinton menuding Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto memberikan atensi untuk tidak mengembangkan perkara penculikan di Tapteng. AMPM-Sumut menuding pernyataan Masinton sebagai upaya pengalihan kasus narkoba seseorang.
Baca Juga : Tuding Kabaharkam Polri, Aktivis NU akan Laporkan Masinton ke Bareskrim
Dimana pada tanggal 10 januari 2020 lalu seorang warga Tapteng AP ditangkap diduga sebagai bandar narkoba. Saat dilakukan penggeledahan ditemukan narkoba jenis sabu dan AP kemudian diserahkan ke Polres Tapteng untuk diperiksa. Akan tetapi AP malah menyebarkan berita bahwa dia diculik dan dipukuli oleh 5 orang yang menangkap.
“Pantauan kami di lapangan bahwa dilakukannya penangkapan terhadap AP dugaan bandar narkoba merupakan aktualisasi keseriusan dalam memberantas narkoba. Akan tetapi dalam proses pemeriksaan tangkapan tersebut muncul isu penculikan dan viral di media sosial facebook,” ucap Koordinator Aksi, AMAN Tapteng Budi Setiawan.
Lebih lanjut massa meminta Kapolda Sumut agar menangkap para penyebar fitnah dan hoaks di Kabupaten Tapteng. Khususnya pengelola atau admin grup Facebook Tapanuli Tengah Bersatu untuk Perubahan yang diduga para anggota aktifnya menggunakan akun palsu. (jamal)