mimbarumum.co.id – Ketua Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kota Medan, Dolli Sinaga, SE menegaskan akan terus mengawal dan mengungkap kejanggalan terhadap seorang keluarga rekan mereka yang disebut-sebut sakit tumor, tapi kematiannya divonis terkontaminasi Covid-19 pihak Rumah Sakit Murni Teguh.
“Karena pertemuan tadi tidak ada kejelasan, dimana statemen mereka (rumah sakit) berbeda-beda maka kita akan terus berjuang dan mengungkap fakta dan kejanggalan yang kita miliki. PBB bersama kuasa hukum akan terus melakukan langkah selanjutnya yang lebih tinggi lagi,” kata Dolli Sinaga, Sabtu (6/6/2020).
Dolli mengemukakan itu usai pihaknya bersama kuasa hukum dan kekuarga korban, melakukan pertemuan dengan pihak RS Murni Teguh Medan. Dimana sebelumnya puluhan massa Pemuda Batak Bersatu Kota Medan telah “menggeruduk” mendatangi RS Murni Teguh di Jalan Timor Medan, Sabtu (6/6/2020) siang.
Baca Juga : Dimana Jenazah Keluarga Kami..!!
“Kami belum puas sebab dengan jelas kebenaran fakta disampaikan keluarga tidak sesuai dengan apa yang disampaikan pihak rumah sakit. Makanya kami akan terus melakukan upaya hukum terhadap pihak rumah sakit,” tegasnya.
Sebelumnya dalam orasinya Dolli Sinaga mengatakan, pihaknya telah diberikan kepercayaan oleh keluarga sebagai kuasa hukum mendampingi dan memberikan dukungan terhadap rekan keluarga mereka yang meninggal dunia divonis pihak rumah sakit terpapar Covid -19 atau virus Corona.
PBB memprotes tuduhan pihak rumah sakir terhadap seorang pasien yang disebut-sebut bernama Ruslan br Simanjuntak terpapar virus Corona. Padahal pasien disebut-aebut sudah lama menderita sakit tumor.
“Makanya kalau ada oknum rumah sakit yang mencoba-coba membuat Covid padahal tidak Covid, PBB akan siap membantu dan membela,” tegasnya.
Reporter : Djamaluddin
Editor : Redaksi
Ayah saya juga begitu datang kesana mau berobat karena jatuh pusing sampai disana bukannya di beri perawatan malah fokus di suruh test covid tidak ada dokter ahli yang menangani hanya asisten dokter dan suster suster yang ntah apa kerja nya saat mau minta sesuatu di panggil g nyahut dasar rumah sakit gak beres
Dan hasilnya ayah saya sengaja di kasih hasil test positif dan yang menangani pun cuma dokter umum itu pun test sekali saja padahal kata susternya harus di test 2 kali kan gak beres RS ini hasilnya pun gak ada stempel dari RS dan di tanda tangani
Seharusnya ayah saya di beri penanganan dulu tapi ini malah fokus di suruh test covid memang sengaja di positif kan hasilnya sama mereka setelah itu mereka ngotot mau di isolasi berdasarkan hasil test swab palsu dari mereka saya minta ditest yang ke 2 kali mereka tetap tidak mau akhirnya ayah saya tidak dapat perawatan yang seharusnya sehingga meninggal
Rumah sakit biadab mempermainkan nyawa ayah saya