mimbarumum.co.id – Janji politik yang kerap disampaikan para calon pemimpin pada setiap ajang kontestasi pilkada, seolah menjadi pemanis bibir untuk mengelabui masyarakat agar memilih calon tersebut. Nyatanya, janji manis yang pernah diucapkan, tidak kunjung terwujud.
Hal inilah yang mendasari hilangnya kepercayaan warga terhadap pimpinan yang ada, salah satunya di kota Medan. Masyarakat sudah jenuh dengan janji-janji kampanye, yang menjadi trik jitu calon pemimpin memperoleh dukungan suara. Lalu setelah keinginan dan kekuasaan tercapai, janji itupun diingkari.
Maka tak heran, bila warga menilai janji politik identik dengan kebohongan belaka atau biasa disebut ‘Wak Labu’ (banyak cakap), dalam istilah Melayu Deli Medan.
Baca Juga : Drainase Dangkal Penyebab Air Tergenang di Jalan Puskesmas
Aulia Rachman yang maju sebagai Calon Wakil Wali Kota Medan mendampingi Bobby Nasution, menyatakan kondisi tersebut adalah wajar, karena warga sudah kecewa dengan janji setiap calon konstestan Pilkada yang tak pernah mewujudkan janji kampanye mereka.
“Warga sudah kehilangan kepercayaan terhadap pucuk pimpinan. Dan kami tak mau jadi pemimpin ‘Wak Labu’,” ujar Aulia saat silaturahmi dengan masyarakat dan ranting Partai Gerindra Medan Deli di Titi Papan, Sabtu (31/10/2020).
Salah satu program Paslon nomor urut 2 itu adalah menggratiskan BPJS Kesehatan warga kota Medan dan program bantuan sosial yang tidak tepat sasaran. Selain bidang kesehatan, pendidikan, agama, dan infrastruktur.
“Medan ini sudah lelah, butuh pemimpin muda yang berani membawa perubahan menuju kota Medan yang berkah. Kami ingin memberikan perhatian terhadap warga, mulai dari kesehatan gratis dan pendataan bantuan sosial yang banyak dikeluhkan,” tegas Aulia Rachman. (Rel)
Editor : Dody Ferdy