mimbarumum.co.id – Kemendagri dan Bank Indonesia (BI) mendorong perluasan dan implementasi pembayaran non tunai di pasar tradisional. Khususnya menggunakan kanal QRIS. Program Sehat, Inovasi dan Aman, Pakai (SIAP) QRIS pun Perwakilan BI Sumut perkenalkan di empat pasar tradisional Medan.
Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Sumut Nasrullah menjelaskan piloting program SIAP QRIS terlaksana di 51 pasar tradisional di 34 provinsi di Indonesia. Di Medan, BI bersama Disperindag serta PUD Pasar Kota Medan bersinergi melakukan SIAP QRIS.
“Sebagai pilot project terlaksana pada empat pasar di Kota Medan. Yaitu Pasar Petisah, Pasar Sei Kambing, Pasar Kampung Lalang dan Pusat Pasar,” jelas dia dalam Sosialisasi SIAP QRIS kepada Pedagang Pasar Pusat Pasar, Selasa (15/2/2022).
Sebagai langkah awal, sambungnya, implementasi kegiatan melalui sosialisasi program SIAP QRIS pada empat pasar tersebut. Kemudian berlanjut dengan launching program SIAP QRIS. Bank Indonesia juga berkolaborasi dengan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) terkait akuisisi merchant dan monitoring pasca akusisi pada empat pasar terpilih sebagai pilot project.
“Besar harapan kami, program ini dapat menjadi percontohan bagi pasar-pasar lainnya yang ada di Kota Medan,” tuturnya.
Nasrullah berharap, program SIAP QRIS mampu meningkatkan pemahaman kepada pedagang dan masyarakat. Yakni untuk menggunakan kanal QRIS sebagai pembayaran non tunai dalam aktivitas ritel di pasar.
Dengan implementasi SIAP QRIS ini juga, harapannya semakin memudahkan para pedagang pasar tradisional untuk dapat mengakses layanan pembayaran yang CEMUMUAH. Yakni cepat, mudah, murah, aman, dan handal. Serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara.
Sekadar informasi, program SIAP QRIS merupakan perancangan pasar dan pusat perbelanjaan yang Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai. QRIS, dalam mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional. Program tersebut di harapkan mampu mengakselerasi pembayaran nirsentuh dalam mendorong transaksi non tunai yang higienis, mudah dan aman.
Reporter : Siti Amelia