mimbarumum.co.id – Di dalam Fraksi Demokrat di DPRD Sumut agaknya mulai ada riak-riak. Seorang anggotanya mendesak pimpinan fraksinya untuk mengundurkan diri.
“Meilizar Latief memonopoli dan bertindak sewenang-wenang di Fraksi Demokrat ini,” kata H.Arfan Maksum, selaku Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Sumatera Utara, Senin (1/4/19) di Medan.
Dia menyebut, pimpinan fraksinya itu telah bersikap sesuka hati dan cenderung sewenang-wenang, khususnya dalam penempatan posisi dan jabatan di institusi DPRD Sumut.

“Dia sudah (jadi) Ketua Fraksi, masa jabatan lainnya diambilnya juga. Apalagi, di partai dia juga sebagai sekretaris partai,” ucap politisi partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
Arfan juga mengkritisi posisi Muhri Fauzi yang juga merangkap jabatan lain, selain jabatan sebagai ketua komisi.
Arfan Maksum menyampaikan itu di hadapan Meilizar Latief dan Muhri Fauzi Hafiz usai mengikuti Paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubsu tahun anggaran 2018 di Gedung Dewan, Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (1/4/2019).
Protes dan kemarahan Arfan Maksum tersebut usai Sekretaris DPRD Sumut, Erwin Lubis membacakan nama-nama anggota Panitia Khusus (Pansus) LKPj Gubsu tahun anggaran 2018. Khusus fraksi Demokrat mengajukan langsung Meilizar Latief, Dahril Siregar dan Muhri Fauzi Hafiz.
Sehingga pengajuan nama Meilizar Latief dan Muhri Fauzi tersebut terkesan menimbulkan protes dan kekecewaan sejumlah anggota.
“Janganlah seenak kalian saja menjalankan fraksi ini. Masak sudah ketua fraksi dan ketua komisi, masih juga dikasih posisi. Kami-kami ini kalian anggap apa yang sama sekali tak diberi posisi,” kata Arfan di arena paripurna.
Untuk itu, Arfan Maksum segera menggalang mosi tidak percaya terhadap Meilizar Latief dalam memimpin ketua fraksi berlambang mercy itu.
“Kita akan sampaikan ini ke Ketua DPD Partai Demokrat Sumut hingga DPP Demokrat. Begitu juga ke kawan-kawan anggota fraksi Demokrat lainnya, menggalang mosi tak percaya terhadap Meilizar Latief,” kata Arfan Maksum didampingi rekan fraksi lainnya diantaranya Syamsul Sianturi.
Sementara itu, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sumut, Meilizar Latief saat dimintai komentarnya menolak memberikan keterangan. “Tidak usahlah dibuat beritanya yah. Karena tahu sendirilah kalian menghadapi orang seperti itu,”katanya. (mal)