mimbarumum.co.id – Pasca pelantikan kepala sekolah baru baru ini, tenaga pengajar di Sekolah Dasar 15 Siruma Hombar, Kecamatan Nainggolan hanya tinggal dua orang saja.
Sebelumnya guru di sekolah itu berjumlah enam orang, namun setelah ada guru yang promosi menjadi kepala sekolah, dipastikan proses belajar mengajar terkendala.
Terkait persoalan ini, Ketua Komisi I DPRD Samosir, Saur Tua Silalahi, angkat bicara. “Saya yakin, Bupati Samosir tidak mengetahui mutasi itu, kalau mengetahuinya pasti menyesal,” sebutnya kepada wartawan.
Baca Juga : Saksi Bisu Pelapah Sawit di SD Seunebok Cantek
Ia menegaskan, sebagai pilihan rakyat seharusnya Bupati Samosir mengurusi kepentingan rakyat. “Terutama bidang pendidikan yang tujuannya untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Saur Tua juga menuturkan berdasarkan pengamatannya, saat ini terlalu banyak yang diurusi Bupati Samosir.Terkait persoalan mutasi yang tak lazim ini, Kadis Pendidikan Kabupaten Samosir Rikardo Hutajulu kepada mimbarumum.co.id, Rabu (22/1/2020) menjelaskan, perihal di SD 15 Siruma Hombar bukan mutasi.
Dia juga menjelaskan di sekolah itu bukan pengurangan empat guru. “Tapi dua guru promosi menjadi kepala sekolah dan kepala sekolahnya dimutasi,” sebutnya.
Rikardo menambahkan, telah ada pengganti tenaga pengajar dan dinotatugaskan satu guru ke Sekolah Dasar 15 Siruma Hombar. (robin)