Meriahnya Resepsi Hari Kebangsaan dan Hari Malaysia

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Konsulat Jenderal Malaysia di Medan, Rabu (17/09/2024) malam menggelar resepsi Hari kebangsaan ke 67 dan Hari Malaysia ke 61.

Pada kesempatan yang berbahagia itu, Konsul Jenderal Malaysia di Medan Shahril Nizam Abdul Malek, menyatakan kegembiraannya melihat kehadiran segenap undangan dari berbagai kalangan mulai dari pemerintahan, korp konsulat negara sahabar di kawasan kerjanya di Sumatra.

Selain itu juga terlihat tetamu dari kalangan dunia usaha, jurnalis, para expatriat Malaysia dan ibu-ibu, friends of Malaysia.

Nizam senang bisa kembali bertemu semua tetamunya setelah empat bulan lalu menggelar Majlis Rumah Terbuka Aidil Fitri.

- Advertisement -

“Ada banyak wajah-wajah yang saya saya tidak kenal tetapi dengan senyuman tampak sebagai pengganti salam perkenalan yang cukup manis. Hari ini saya melihat banyak wajah-wajah yang sama dengan senyuman yang lebih manis untuk terus bersilaturrahim,” ucapnya menyambut para tamun Konsulat Jenderal Malaysia malam itu.

Acara yang penuh kemeriahan itu tambah Nizam adalah bukti kukuhnya hubungan silaturahim dan persahabatan antar Malaysia Sumatra dan Indonesia umumnya.

Nizam menjelaskan, bahwa setiap bulan Agustus dan September merupakan bulan yang amat berarti bagi Malaysia.

“Agustus juga amat berarti bagi Indonesia. Selang beberapa hari selepas Indonesia menyambut Hari Kebangsaannya yang ke-79 pada 17 Agustus 2024, Malaysia pula menyambut Hari Kebangsaan ke-67 pada 31 Agustus 2024. Selain itu Malaysia juga menyambut Hari Malaysia yang ke-61 pada 16 September 2024. Pada bulan-bulan ini rakyat kedua-dua negara boleh mengambil peluang untuk menumbuhkan semangat kecintaan kepada negara dengan cara masing-masing,” tuturnya.

Lebih jauh Nizam mengatakan kalau pada tahun ini, tema Kerajaan Malaysia di bawah pimpinan Perdana Menteri, YAB Dato Seri Anwar Ibrahim memilih “Malaysia Madani: Jiwa Merdeka” selaku slogan Hari Kebangsaan dan Hari Malaysia 2024.

“Apabila kita berbicara tentang Jiwa Merdeka ini, izinkan saya memetik kata-kata hikmat Dr Burhanuddin Al-Helmy: ‘Di atas robohan Kota Melaka, Kita dirikan jiwa merdeka, Bersatu padulah segenap baka, membela hak keadilan pesaka,’” ungkapnya.

Ungkapan itu kata Nizam memberi satu pengertian yang lebih daripada kemerdekaan biasa. “Kalau kita teliti pidato-pidato para pejuang kemerdekaan, semua menuntut agar kemerdekaan itu dimaknai dengan semangat perpaduan dan semangat kebersamaan. ‘Saya petik kata-kata hikmat Presiden Bung Karno: ‘Merdeka itu hanyalah sebuah jambatan, walaupun jembatan emas.., di seberang jembatan itu jalan pecah dua, satu ke dunia sama rata sama rasa.., satu ke dunia sama ratap sama tangis!’” tambah Nizam.

Kemudian dijelaskan Nizam, kini Malaysia sedang dalam landasan tepat menuju status negara maju dan berpendapatan tinggi dalam tempoh 10 tahun. Hal itu searah dengan aspirasi kerangka Ekonomi Madani. Ekonomi Malaysia diperkirakan berkembang 5.8 persen pada semester kedua tahun 2024, meningkat daripada 4.2 persen pada semester sebelumnya.

“Malaysia kini berada di tangga 27 dalam ‘World Competitiveness Ranking’ dan tangga 36 dalam Indeks Inovasi Global (GII) bagi tahun 2023,” jelasnya lebih lanjut.

Dia juga menjelaskan kalau Malaysia juga telah dikenal sebagai negara yang mempunyai iklim investasi terbaik secara keseluruhan dalam kalangan negara membangun dan sedang pesat membangun (E&D) Asia) dan berada di posisi ke-27 di peringkat global secara keseluruhan.

“Baru-baru ini juga, Indeks Keamanan Global (GPI) 2024 telah mengiktiraf Malaysia sebagai negara ke 10 paling aman di dunia,” katanya.

Itu semua bisa dicapai, menurut Nizam mustahil jika hubungan antar negara di seantero dunia tidak harmonis.

“Saya akui selama delapan bulan saya di Kota Medan ini, hasil daripada pertemuan saya dengan komuniti di Medan dan dukungan daripada bapak ibu hadirin sekalian, ada banyak perkara-perkara yang yang saya pelajari. Antaranya tidak semua yang ingin dikerjakan bersama itu perlu dinyatakan secara harfiah secara jelas kerana kita sudah saling memahami,” jelasnya dengan dialek Malaysia yang kental.

Sementara Sekretaris Daerah Provinsi Sumatra Utara Arief Sudarto Trinugroho menyampaikan sambutan baik Masyarakat Sumatra Utara untuk hubungan dua daerah bertetangga, tepatnya dua negara serumpun.

“Semoga hubungan baik yang sudah terjalan antara dua negara bertetangga akan semakin baik dan kuat ke depannya.

Reporter: Rizanul Arifin

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

LLDikti Sumut Diapresiasi Telah Dukung Pengurusan YPDA Medan yang Baru

mimbarumum.co.id - Mahasiswa Universitas Darma Agung (UDA) mengapresiasi kepengurusan baru Yayasan Perguruan Darma Agung (YPDA) Medan dan mematahkan isu...