mimbarumum.co.id – Pada saat memasuki musim pancaroba waspadai ada demam berdarah seperti sekarang ini, berbagai macam penyakit mulai bermunculan. Selain gempuran penyakit Covid-19 atau virus corona, dengan berbagai variannya.
Salah satu penyakit yang masih menjadi masalah bukan hanya diperkotaan tapi juga di pedesaan adalah Demam Berdarah Dengue (DBD).
Dosen Universitas Aufa Royhan Rusdiyah M.Kes, Ph.D mengungkapkan, tercatat 37.646 kasus di Indonesia sampai dengan bulan Oktober 2021 berdasarkan data Kementerian Kesehatan, seperti di wilayah Kota Padang Sidempuan sendiri kasus DBD hampir ditemukan setiap tahunnya.
“Sebagian besar penderita Demam Berdarah Dengue adalah anak-anak dibandingkan orang dewasa. Peningkatan kasus demam berdarah semakin bertambah seiring dengan perubahan cuaca yang tidak menentu,” ungkap Rusdiyah.
Rusdiyah menjelaskan Demam berdarah dengue merupakan penyakit yang diakibatkan oleh virus melalui perantaraan vektor nyamuk. Spesies Aedes sp baik itu Aedes Aegypti dan juga Aedes albopictus merupakan vektor dari penyakit ini.
Nyamuk ini memiliki ciri-ciri yang sangat khas yaitu dengan bintik-bintik hitam pada seluruh tubuhnya, jika nyamuk Aedes sp beristirahat di tempat-tempat gelap dan mencari makan dengan menghisap darah pada pagi atau siang hari. Menempatkan telurnya itu pada tempat-tempat yang memiliki dinding.
Rusdiyah juga menerangkan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk penanggulangan kasus DBD, yaitu dengan cara 3M plus. M yang pertama adalah menggosok dinding bak maupun penampungan air. Ini dimaksudkan agar telur-telur yang menempel pada dinding bak maupun bak penampung dapat terbuang karena pada kondisi kering telur nyamuk Aedes dapat bertahan hingga 6 bulan lamanya.
“M kedua, adalah menutup rapat tempat-tempat penampungan air maupun atau pun. M ketiga, mengubur barang-barang bekas yang berpotensi menampung air dengan tujuan agar nyamuk dewasa tidak datang untuk meletakkan telurnya di tempat tersebut,” jelasnya.
Selanjutnya memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang dapat menampung air hujan sehingga dapat bernilai ekonomi dan mengurangi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Plus-nya adalah upaya pencegahan yang lain seperti memelihara ikan pemakan jentik, memakai kawat kasa pada jendela, penggunaan obat anti nyamuk dan upaya pengelolaan lingkungan.
Reporter : Rizal Oloan