mimbarumum.co.id – Masyarakat tidak perlu takut dengan aksi bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan Jalan HM Said. Masyarakat juga dihimbau untuk tetap berkunjung ke Polrestabes Medan untuk mengurus SKCK.
Hal ini disampaikan Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto kepada wartawan.
“Kita mengutuk keras atas kejadian itu. Dan kita himbau masyarakat tak perlu takut. Kita memperketat pengamanan di mako-mako seperti Mapolsek, Mapolrestabes, serta Mapolda. Untuk pelayanan publik di Polrestabes Medan sudah dibuka kembali,” ujarnya.
Baca Juga : Pelaku Ledakan Bom Terdata Seorang Mahasiswa
Dihadapan para rekan media, Mardiaz membenarkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri pagi tadi dan membenarkan jika pelaku berinisial, RMN.
Ia mengatakan pihaknya juga telah melakukan penggeledahan di dua rumah di lokasi Medan, yang merupakan tempat tinggal dari pelaku bom bunuh diri.
“Dari dua tempat yang kita geledah, kita amankan besi-besi sebagai penampang kemudian juga beberapa paku besar dan paku kecil,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga mengaku telah mengamankan beberapa orang dari keluarga pelaku bom bunuh diri guna dimintai keterangan.
Saat ditanya status pelaku bom bunuh diri apakah memang merupakan pengendara Ojek Online (Ojol) atau merupakan mahasiswa aktif, polisi mengaku masih mendalami lebih jauh lagi.
Pasalnya, pihaknya telah mendata kalau pelaku mencantumkan pekerjaan sebagai pelajar atau mahasiswa. Maka dari itu, polisi masig melakukan penyelidikan atas identitas pelaku.
“Jadi, ketika masuk, pelaku memang menggunakan seragam salah satu Ojol. Namun nanti apakah dia memang bekerja di salah satu Ojol ini, ini masih kira dalami juga. Makanya kita masih selidiki, dia mahasiswa mana,” jelasnya.
Pun begitu, Brigjen Pol Mardiaz memastikan bahwa pelaku bom bunuh diri pagi tadi merupakan pelaku tunggal. Pihaknya juga masih mendalami apakah pelaku merupakan teroris dari jaringan JAD atau ISIS.
Menurutnya, pelaku sebelum meledakkan diri, petugas jaga Polrestabes Medan sempat melakukan pemeriksaan terhadap tubuh pelaku serta tas rancel yang dibawa pelaku.
“Sempat dijegat oleh anggota jaga, namun pelaku keluar lagi dan kembali masuk lalu membaur dengan masyarakat yang ramai membuat SKCK,” jelasnya.
Atas kejadian itu, Brigjen Pol Mardiaz, mengungkapkan, terdapat 6 orang korban saat terjadi peledakan. “Untuk korban ada 6 orang diantaranya 4 anggota Polri, 1 PHL dan 1 masyarakat. Para korban hanya luka-luka ringan saja,” pungkasnya. (dd)