mimbarumum.co.id – Limbah yang dihasilkan usaha kuliner di kawasan jalan inti Kota Kisaran menyulitkan sejumlah petugas dalam melakukan pembersihan saluran air kotor.
“Banyak saluran air yang kami temukan kondisinya tumpat disebabkan limbah kuliner,” kata Agus Salim Panjaitan, seorang mandor kebersihan saluran air pada Dinas PUPR Kabupaten Asahan, Selasa (20/4/21).
Para pengusaha kuliner itu, katanya tidak mematuhi aturan dalam membuang limbah sehingga menyebabkan saluran air di kawasan itu menjadi tumpat.
Saluran air itu, dintaranya dipenuhi limbah minyak atau sisa gorengan sehingga mengakibatkan memunculkan endapan lemak.
Baca Juga : Warga Medan Sengsara Lantaran Banjir
“Jadi kita harapkan para pedagang dapat mematuhi aturan tentang limbah. Dan kepada Dinas terkait supaya memberikan teguran kepada pemilik usaha kuliner, agar jangan buang limbah usaha sembarangan,” kata Agus.
Lubang Kontrol Ditutup Permanen
Saat proses melakukan pembersihan saluran air kotor itu, Agus juga menemukan fakta di lapangan ada sebagian masyarakat yang menutup lubang kontrol saluran secara permanen.
“Sehingga petugas kita sulit masuk ke dalam saluran air untuk membersihkannya,” keluhnya.
Atas hal itu, pihaknya terpaksa melakukan pembongkaran saluran air tersebut dan membuat lubang kontrol kembali.
“Kepada masyarakat kami imbau untuk jangan membuang sampah secara sembarangan di semua tempat terkhusus di saluran air, yang mengakibatkan tersumbatnya parit,” imbaunya.
Reporter : Decky
Editor : Masrin