Lalai, Pelaku Curanmor Kabur dari Ruang Penyidik Polsek Percut Seituan

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Rahmadsyah, warga Desa Saentis, Kecamatan Percut Seituan berhasil meloloskan diri dari Polsek Percut Seituan.

Rahmadsyah yang diketahui pelaku curanmor ini awalnya ditangkap warga dan polmas. Dan ia pun diserahkan ke Polsek Percut Seituan. Namun dengan kedua tangan terikat, Rahmasyah berhasil kabur dari ruang penyidik.

Pengakuan korban curanmor, Teuku Fajar Maulana (21) warga Jalan Jalak  IX Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Seintuan saat diwawancarai wartawan di rumahnya, Selasa (18/6/2019) sore mengungkapkan, pencurian yang dialaminya terjadi pada, Jumat 31 Mei 2019 sore di Jalan Bandar Setia Desa Bandar Setia Gang Setia, Kecamatan Percut Seituan.

“Saat itu aku sedang mengendarai sepeda motor Honda Beat BK 3111 AGI pergi ke satu warnet di Jalan Bandar Setia untuk menemui temanku Eca . Setelah bertemu, Eca mengajakku ke rumahnya di Gang Setia. Di lokasi aku bertemu dengan pacar Eca (pelaku-red), dan kami berbincang-bincang selama setengah jam,” ungkap Fajar.

- Advertisement -

Kata Fajar lagi, Eca meminjam sepeda motornya dengan tujuan hendak menjemput temannya di warnet. Usai menjemput rekannya, Eca kembali ke rumah dan memarkirkan sepeda motor dengan posisi kunci lengket di stang. Setelah itu Eca masuk ke dalam rumah dan berbincang.

“Tiba-tiba aku mendengar suara mesin sepeda motor menyala. Aku lari ke teras rumah. Ternyata sepedamotorku dilarikan Rahmadsyah. Aku dan Eca mencari si Rahmadsyah tapi gak ketemu. Kamis 13 Juni 2019 aku melapor ke Polsek Percut Seituan,” terangnya sembari menunjukkan bukti laporan yang tertuang di Nomor : STTPal/1575/K/VI/2019/SPKT Percut.

Lanjut Fajar, Senin sekira pukul 01.00 WIB, ia mendapat kabar bahwa sejumlah korban pencurian dibantu warga dan Polmas melakukan penggerebekan di lokasi persembunyian Rahmadsyah di kawasan Desa Sentis. Pelaku Rahmadsyah dan Eca berhasil ditangkap dan diserahkan ke Polsek Percut Seituan dengan kedua tangan terikat.

“Kami dapat info dia ditangkap. Kami tanya sama sama polisi di situ, yang ada cuma si Eca pacarnya Rahamsyah yang sudah bersekongkol. Eca saat ditanyai mengatakan Rahmadsyah lolos dari kantor polisi. Itu kelalaian oknum polisi,” ujar Fajar menirukan keterangan Eca.

Lanjut dia lagi, Eca mejelaskan saat itu pelaku diperiksa dan petugas penyidik mau buat surat penyerahan pelaku ke polisi. Setelah surat mau selesai, pintu ruang penyidik lupa ditutup. Disitu lah dia (pelaku-red) berhasil lari dengan tangan masih terikat. Pelaku kabur lewat pintu depan, sehingga petugas langsung mengejar. Rahmadsyah kabur ke jalan samping polsek arah kuburan, tapi tak ditemukan.

“Setelah itu aku bertanya kepada polisi, dan diarahkan untuk datang kembali besok (hari ini) agar ngomong sama yang piket malam. Dan sudah koordinasi dengan Panit Reskrim. Selasa siang aku dan seorang korban lainnya datang ke polsek dan ngomong sama yang piket malam itu, Pak Panjaitan di ruang Panit, Pak Supriadi,” katanya.

Masih kata korban lagi, korban ngomong dengan Pak Panjaitan dan mengatakan gimana enaknya. Pak Panjaitan sampaikan kepada korban kalau bisa ini jangan sampai di bawa maju. Ini kelalaian polisi juga (petugas malam). Panjaitan meminta kalau bisa secara baik-baik saja, dan pelaku tetap dicari.

“Petugas itu mengaku tulus sebagai tanda maaf atas kekecewaan kami dengan memberikan Rp1 juta kepada saya dan korban satu lagi, Bapak Saragi warga Saentis. Kami dijanjikan Kamis datang lagi ke Polsek. Bapak itu juga bilang kalau dimajukan, reputasinya pasti jatuh, jabatannya pasti di copot,” pungkasnya. (dd)

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

Biadab, Pemuda Jalan Rahmadsyah Medan Aniaya Balita Hingga Tewas

mimbarumum.co.id - Seorang pemuda berinisial ZI (38), warga Jalan Rahmadsyah, Kecamatan Medan Area, ini benar-benar sadis. Betapa tidak, pelaku...