mimbarumum.co.id – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Samosir, Kamis (23/9/2021).
Sebelum melakukan pertemuan dengan Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom beserta jajarannya, Gubsu Edy memantau pelaksanaan vaksinasi. Yakni di Puskesmas Ambarita, Kecamatan Simanindo.
Dalam arahannya di hadapan aparatur Pemkab Samosir dan Forkopimda beserta para kepala desa, Gubsu Edy Rahmayadi menyoroti rendahnya serapan anggaran.
“Rakyat bisa marah karena rendahnya serapan anggaran Pemkab Samosir. Yakni yang memasuki akhir Triwullan III Tahun 2021,” tegasnya.
Hal ini terungkap, karena program pembangunan yang bersumber dari APBD 2021 Samosir, baru 40 persen serapan anggaran.
Selanjutnya, Edy menyarankan kepada Bupati Samosir agar mengganti kepala dinasnya yang tidak mampu bekerja maksimal dalam melaksanakan program pembangunan.
“Bila perlu Kapolres dan Kejari Samosir memanggil para pemangku kepentingan itu, untuk mendengarkan keterangan,”ujarnya.
Karena serapan anggaran harus dioptimalkan, untuk kebutuhan masyarakat luas.
Dikatakannya, angka serapan 40 persen sangat rendah, maka Gubsu Edy meminta para pimpinan OPD dijajaran Pemkab Samosir untuk segera meningkatkan serapan anggaran.
“Hal itu akan menunjang program pembangunan daerah,” imbuhnya.
Kemudian ditambahkan Edy, rendahnya serapan anggaran sangat mempengaruhi kinerja dan keberhasilan program pembangunan.
BACA JUGA : Ini Kata Kakan Kemenag Sidimpuan Akan Dibangun Masjid di Tiga Lokasi
“Seyogianya, jika para pimpinan OPD maksimal dalam bekerja, serapan anggaran hingga September 2021 sudah mencapai 70 persen,” pungkasnya.
Sementara, Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, saat dimintai tanggapannya oleh wartawan terkait pernyataan Gubsu Edy tersebut, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi.
“Akan kita lakukan pemeriksaan terhadap serapan-serapan anggaran yang ada di dinas-dinas terkait,” sebutnya.
Reporter: Robin Nainggolan
Editor : Siti Murni