mimbarumum.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyampaikan, bahwa proses rekapitulasi nasional Pemilu 2019 yang dilakukan di Kantor Pusat KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, hingga Selasa, 14 Mei 2019, berjalan lancar, juga tidak terhambat oleh adanya protes dari peserta rapat yang menuduh Pemilu curang.
Menurut komisioner KPU Hasyim Asy’ari, hal itu membuat klaim dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang menuduh Pemilu dipenuhi kecurangan, menjadi diragukan. “Nyatanya sampai sekarang, (rekapitulasi nasional) sudah 15 provinsi baik-baik saja,” ujar Hasyim di lokasi.
Adapun, rekapitulasi nasional yang dilaksanakan sejak Sabtu, 11 Mei 2019, dihadiri perwakilan seluruh pihak yang memiliki keterkaitan dengan Pemilu, termasuk BPN Prabowo-Sandi.
Hasyim juga mengungkapkan, diatur undang-undang, rekapitulasi di KPU merupakan satu-satunya prosedur legal untuk menetapkan hasil Pemilu. “Forum resminya di sini. Peserta Pemilu ada di sini semua,” ujar Hasyim.
Hasyim mengingatkan, dilaksanakannya rekapitulasi di tingkat nasional berarti pula hasil pemilu telah diakui sah oleh seluruh pihak, yaitu parpol, juga timses kedua paslon, dari tingkat TPS, kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi.
Dengan demikian, dengan terus dilayangkannya tuduhan Pemilu dipenuhi kecurangan oleh BPN Prabowo-Sandi dinilai tidak valid. “(Tudingan-tudingan kecurangan) Sudah terklarifikasi,” ujar Hasyim.
Sebagai informasi, BPN Prabowo-Sandi menggelar acara untuk mengungkap tudingan-tudingan kecurangan Pilpres 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Selasa sore.
Timses oposisi itu mengundang juga duta-duta besar dari negara sahabat untuk mendapat penjelasan soal kecurangan Pilpres. (viva)