Beranda Mimbar Birokrasi Konflik di Wamena, 36 Warga Sumut Pulang ke Medan

Konflik di Wamena, 36 Warga Sumut Pulang ke Medan

0
Konflik di Wamena, 36 Warga Sumut Pulang ke Medan
Gubernur Edy bersama warga Sumut di gubernuran. (mimbar/ist)

mimbarumum.co.idKonflik sosial di Wamena berimbas pada aktifitas masyarakat, terutama masyarakat Sumut. Akibat konflik sosial itu, 36 warga Sumut kembali ke Medan dan disambut oleh Gubernur Edy, kemarin.

Mereka disambut langsung oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan dijamu makan, di Aula Raja Inal Siregar, Lantai 2, Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro.

“Yang hadir hari ini ada 14 (dari Surabaya) ditambah 22 orang (dari Jakarta), ada 36 orang. Yang belum kembali ada 264 orang. Mereka akan naik kapal. Sepuluh hari akan sampai, kita terima di Belawan,” ujar Gubernur menjawab wartawan.

Baca Juga : Dewan Desak Gubsu Pulangkan Warga Sumut di Wamena

Sementara, lanjut Gubernur, para pengungsi berjumlah 133 orang, memutuskan untuk tetap tinggal di Papua. Saat ini para warga asal Sumut itu, masih ditampung di sejumlah posko pengungsi di Jayapura. Menunggu kondisi memungkinkan untuk kembali lagi ke Wamena.

Sedangkan untuk warga Sumut yang sudah kembali, Gubernur ingin memastikan agar semuanya dilayani dengan baik, diurus segala keperluan kehidupannya.

Yang terpenting, kata Edy, adalah keberlanjutan anak sekolah serta mata pencahariannya. Bagi yang memungkinkan bisa dibantu, akan difasilitasi oleh pemerintah baik provinsi maupun kabupaten/kota tujuan tinggal.

“Pertama prioritas itu anak sekolah. Kita siapkan pakaian, buku dan keperluan lainnya. Jadi jangan sampai putus (sekolah). Kita lihat masing-masing daerah bagaimana mereka memfasilitsi,” sebutnya.

Sementara upaya bantuan Pemprov ini didukung oleh DPRD Sumut. Langkah tersebut juga dinilai telah sesuai harapan pada anggota dewan, dimana Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting langsung merespons bahwa pembiayaan penanganan bencana sosial ini, ditampung di APBD Perubahan 2019

“Luar biasa, ditanggapi langsung dan sangat positif. Sesuai harapan kita. Jadi kita mendukung Pemprov menangani masalah ini. Nanti kalau anggaran tidak ada, nanti kita minta di P-APBD (2019) itu dimasukkan untuk tanggulangi bencana,” kata Baskami. (rel/yf)

Tinggalkan Balasan