mimbarumum.co.id – Makan kerupuk udang atau kerupuk ikan tenggiri mungkin sudah biasa. Tapi bagaimana dengan kerupuk ikan lele? Apakah rasanya seenak kerupuk berbahan ikan laut?
Jika Anda penasaranm silakan datang ke Paviliun Kabupaten Asahan Arena Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Jalan Jendral Gatoto Subroto Nedan. Seplastik ukuran kecil harganya hanya Rp8 ribu, ukuran yang lebih besar bisa dibeli dengan harga Rp20 ribu perbungkus.
Kerupuk ikan lele ini. katanya hasil olahan masyarakat di Desa Siumbut-Umbut Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara.
Awalnya, kata Yenni selaku Kepala Bidang Perikanan Budidaya Kabupaten Asahan, produksi makanan berbahan dasar ikan air tawar tersebut merupakan ide para ibu-ibu PKK.
“Terus kemudian berlanjut sekarang ke istri-istri nelayan. Dan berkembang hingga menjadi usaha warga kecamatan,” ucapnya kepada mimbarumum.co.id, baru-baru ini di Arena PRSU Medan.
Kini, kata Yenni produk makanan ringan yang dirintis setahun setengah lalu itu menjadi produk unggulan dari Kabupaten Asahan.
Yenni menyebutkan produksi kerupuk ikan lele itumasih sangat terbatas sehingga belum mampu memenuhi tingginya permintaan.
“Kita hanya mampu memproduksi 1.000 bungkus ukuran besar dan 600 bungkus ukuran kecil,” paparnya.
Keterbatasan kapasitas produksi itu, katanya karena proses produksi yang dilakukan masih menggunakan sistem manual, mengandalkan tenaga ibu-ibu PKK tersebut.
Hal itu berpengaruh pula terhadap cakupan pasar yang bisa mereka jangkau. “Maka dari itu untuk pemasaran dmasih seputar kabupaten Asahan saja,” ucapnya.
Selain memproduksi kerupuk ikan lele, para pengusaha makanan ringan di daerah itu juga memproduksi kerupuk berbahan baku ikan ikan air tawar lainnya, seperti ikan gabus, ikan tenggiri dan ikan patin.
Kerupuk ini tentunya sangat cocok untuk melengkapi menu makanan Anda. Selamat mencoba. (Fy)