KDRT Mudah Tersulut, Negara Harus Bagaimana?

Berita Terkait

Oleh : Lila Gusti *)

Baru baru ini dunia maya dihebohkan dengan kasus KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) yang menimpa pasangan selebriti yang dulu sempat Viral dicomblangin oleh netizen

Berbagai komentar pun meramaikan jagad maya, yang didominasi oleh dukungan netizen terhadap sang istri dan hujatan pada sang suami walaupun pada akhirnya netizen banyak menelan kekecewaan karena sang istri memilih untuk memaafkan suami

Apabila kita membaca data dari Komnas perlindungan perempuan, kasus KDRT di Indonesia masih tinggi sejak pandemi covid-19. Jumlah laporan KDRT bahkan meningkat sebanyak 338.496 kasus

- Advertisement -

Pertanyaannya, apa yang sedang terjadi dengan rumah tangga di Indonesia? Terlebih lagi untuk keluarga muslim,?

Lupakah mereka dengan ayat Allah tentang bagaimana Allah menjadikan suami istri itu bersatu agar merasa tentram ? Lalu kemana hilangnya rasa tentram itu?

Untuk menjawab pertanyaan di atas tentu kita harus mengetahui penyebab tindakan KDRT. Menurut Komnas perempuan, ada beberapa penyebab yang paling dominan untuk masalah KDRT, di antaranya masalah ekonomi dan ketidakmampuan mengendalikan emosi serta perselingkuhan

Dalam masalah ekonomi, sering kali kesulitan ekonomi menyulut percekcokan antara suami istri terutama saat masa pandemi. Dimana banyak orang yang dirumahkan karena perusahaan tempat bekerja mengurangi karyawan.

Dalam masalah ketidakmampuan mengendalikan emosi yang banyak terjadi di rumah tangga, baik pada sang istri maupun suami atau keduanya, ternyata karena terpengaruh bagaimana pola asuh seseorang sejak kecil. Pergaulan yang salah, juga ikut menyumbang peran besar dalam buruknya pengendalian emosi.

Dalam masalah perselingkuhan, banyak kasus seringkali dimulai dengan sikap ketidakmampuan menahan pandangan dari yang bukan mahram, tidak menjaga pergaulan dengan lawan jenis.

Penyebab utama KDRT itu sebenarnya bisa diatasi dengan mengubah pandangan kita bahwa KDRT bukan hanya masalah domestik rumah tangga saja tapi juga masalah sosial masyarakat.

Pemecahan

Terkait pemicu KDRT karena masalah ekonomi, maka sesungguhnya negara bisa mengambil peran dengan membuka peluang pekerjaan dan pemberian modal usaha tanpa bunga bagi mereka yang membutuhkan.

Sumber dananya bisa saja pemerintah mengambil dari pengelolaan sumber daya alam yang melimpah ruah yang selama ini masih dikelola asing.

Sementara untuk mengatasi KDRT yang dipu masalah mudahnya emosi yang memuncak dan juga perselingkuhan, maka negara bisa mengambil peran dalam mengoptimalkan dunia pendidikan terutama pendidikan agama Islam.

Negara  harus menyelenggarakan kurikulum berbasis aqidah sehingga agama mampu tertanam kuat dalam sanubari manusia.

Negara juga harus tegas dalam menindak mereka yang dengan sengaja mengumbar aurat dan menutup segala celah berlakunya aktifitas pornografi dan pornoaksi.

Apabila semua tindakan di atas dilakukan,  maka negara ini menunjukkan pengayoman yang sempurna untuk masyarakat, sehingga tidak hanya mampu mengatasi masalah KDRT tapi juga bisa mencegah terjadinya tindakan KDRT

Wallahu’alam bissawab.

(* Penulis adalah seorang pemerhati sosial.

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

Sambut Idul Fitri 1446 H, Pembina Grib Jaya Kota Medan Bagi-bagi Daging untuk Pengurus

mimbarumum.co.id - Menyambut Idul Fitri 1446 H, Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Kota Medan membagikan daging sapi kepada masyarakat...