mimbarumum.co.id – Kepala Bidang Bina Seni Budaya dan Pengembangan Ekonomi Kreatif pada Disbudpar Sumut, Rismaria Hutabarat mengatakan kaum milenial adalah ujung tombak pembangunan Indonesia.
Hal itu dikatakannya saat menghadiri diskusi tentang kaum milenial di D’ Caldera Coffee, kemarin dengan tema Milenial Bergerak untuk Kebudayaan, Pariwisata dan Industri Kreatif.
Diskusi juga dihadiri Kepala Desa Dokan, Martinus Sembiring dan salah satu pendiri Rumah Karya Indonesia (RKI) Jones Gultom.
Baca Juga : Kaum Milenial Inginkan Perubahan
Selain sebagai ujung tombak pembangunan Indonesia, Rismaria Hutabarat mengatakan jika kaum millenial itu sangatlah unik.
“Dia (kaum millenial) tidak kenal waktu turun ke pedalaman desa untuk mencari sesuatu yang baru, meneliti, atau melestarikan yang mereka temukan disana,” ucapnya.
Sementara Martinus menambahkan pengunjung Dokan Arts Festival pertama sampai ketiga 75 persen bukan kaum millenial, maka ia akan memperluas informasi Dokan Arts Festival selanjutnya ke kaum millenial.
“Untuk Dokan Arts Festival ke-4 diperluas ke jenjang festival yang betul-betul pesertanya dari kaum millenial berumur 16 hingga 20 tahun dari SMU se-tanah Karo,” ungkapnya.
Baca Juga : Kaum Milenial Diajak Lestarikan dan Cintai Budaya Batak
Dalam diskusi tersebut juga, Jones Gultom berpendapat bahwa selama ini pelaku pariwisata, seniman, pemerintah, dan media masih berjalan sendiri-sendiri dalam penjemputan kegiatan tentang pariwisata.
“Saya menyoroti bahwa perlunya kita bekerja sama sebenarnya. Kita sama-sama ingin pariwisata di Sumatera Utara ini maju, tetapi jika kita masih bekerja sendiri-sendiri, maka tidak akan ada yang maju,” imbuhnya.
Rumah Karya Indonesia membangun progam kegiatan festival ini untuk mendorong kaum millenial menemukan ruang-ruang kreativitasnya dan berani mengekspresikan kekuatan nilai-nilai kearifan lokal sekaligus sebagai salah satu cara menghadirkan audiens ke Sumatera Utara khususnya Danau Toba. (zaim)