Kasihan, Siswa Siswi Ini Belajar di Ruangan Sempit

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Sejumlah siswa sekolah terpaksa belajar di ruangan yang sempit karena jumlah kelas di sekola tersebut tidak mampu menampung banyaknya jumlah siswa yang terdaftar.

Pantauan Mimbar, proses belajar mengajar di SMP Negeri 5 Huta Tonga Kecamatan Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan itu sangat memprihatinkan.

Ruangan yang mereka gunakan sangat sempit hanya berukuran 2×9 meter. Tempat itu, awalnya bukan ruangan kelas, tetapi sebuah lorong gang pemisah tembok ruangan kelas dengan tembok ruangan kantor kepala sekolah.

Kepala sekolah SMP Negeri 5 Batang Angkola, Mahyuddin Syarif S.Pd menjelaskan, ruangan sempit tersebut sengaja disulap menjadi ruang belajar mengingat jumlah siswa yang mendaftar ke sekolah itu bertambah.

- Advertisement -

Ruangan gang yang sempit itu hanya ditutup dan disekat dengan tripleks seadanya sekadar bisa untuk ruangan belajar para siswa kelas VII dengan jumlah rombongan belajar (rombel) sebanyak 21 siswa.

“Sekolah ini sebenarnya sangat membutuhkan ruangan, karena tiap tahun siswa kita bertambah,” ucap kepala sekolah itu.

Dia bersyukur masyarakat percaya dan semakin banyak menyekolahkan anak mereka di sekolahtersebut.

“Makanya kita buat ruangan dadakan agar siswa bisa mendapatkan ruangan untuk belajar,” ucapnya lagi.

Mahyudin ingin memastikan siapa pun oranagnya berhak untuk belajar dan mendapatkan ilmu di sekolah yang ia pimpin. “Tidak mungkinlah kita melarang warga untuk mendaftar ke sekolah ini,” kata Mahyuddin.

Mahyuddin juga mengatakan bahwa ruangan belajar yang berukuran 2 x 9 meter ini memang sangat tidak memungkinkan dijadikan ruangan belajar, karena ruangan yang sempit dan bisa membuat tidak nyaman siswa dalam melaksanakan proses belajar.

Tidak itu saja Mahyuddin juga menceritakan, bahwa ruangan perpustakaan sekolah SMPN 5 Batang Angkola juga dipergunakan untuk proses belajar mengajar untuk kelas IX (sembilan) dikarenakan sangat minimnya fasilitas sarana dan prasarana untuk ruangan belajar di sekolah tersebut.

“Ruangan perpustakaan itu lebih dulu dijadikan ruangan belajar, ya itu tadi karena bertambahnya siswa setiap tahun, sementara sekolah kita kekurangan ruangan”, ucap guru yang sudah 7 tahun menjabat sebagai kepala sekolah.

Selain kuranganya ruangan belajar, sekolah SMP Negeri 5 Batang Angkola juga tidak memiliki ruangan untuk kepala sekolah, guru dan ruangan laboratorium.

“SMP Negeri 5 Batang Angkola membutuhkan 5 ruangan lagi, dengan rincian 2 untuk ruangan siswa 2 untuk ruangan guru dan kepala sekolah dan 1 lagi untuk ruangan laboratorium,” ucapnya.

Perihal kondisi itu, kata Kepala sekolah itu pihaknya sudah pernah melaporkan dan menyampaikan kondisi itu ke Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan melalui pengawas sekolah.

“Dari dinas pendidikan sudah turun memantau dan melihat langsung untuk bagaimana situasi dan kondisi sekolah, waktu itu pihak dari dinas pendidikan kabupaten Tapanuli Selatan berjanji segera menindak lanjuti,” katanya.

Dia berharap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan memberikan perhatian khusus kepada SMPN 5 Batang Angkola terkait masalah kurangnya ruangan untuk proses belajar mengajar di sekolah itu.

Sementara itu sejumlah siswa-siswi SMPN 5 Batang Angkola mengeluhkan kondisi ruangan belajar yang mereka pergunakan karena sangat sempit dan gerah sehingga membuat tidak nyaman dan sangat mengganggu mereka pada saat proses belajar.

“Iya bang, kita juga heran kenapa ruangan kelas kita sempit begini, tidak seperti kelas yang lainnya luas. Karena sempit bang kami sering terganggu kalau belajar susah bergerak terus kalau cuaca panas gerah sekali, pokoknya engak nyamanlah.” ungkap siswa – siswi ini.(zal)

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Pilihan

Temui Anggota DPRD Deliserdang, FKPPN Sumut Desak Sub Holding Supportingco Bayar Uang Beras dan Jubelium Pensiunan

mimbarumum.co.id - Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Komunikasi Purnakarya Perkebunan Nusantara (FKPPN) Sumatera Utara, yang memiliki legalitas hukum...